Iluni UI : IKB Bukan Organisasi Alumni

Kampus Kita Wisata

KORANBOGOR.com,,JAKARTA-Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) menegaskan Ikatan Keluarga Besar Indonesia (IKB) yang dimotori Sri Bintang Pamungkas bukan lembaga resmi kampus. Pernyataan sama juga sebelumnya ditegaskan humas UI.

“Kami atas nama Iluni UI menyatakan bahwa IKB UI bukanlah organisasi resmi alumni UI,” kata Sekjen Iluni UI, Bachtiar Firdaus, dalam siaran persnya, Kamis (17/10/2019).

Ia juga mengingatkan para alumni mematuhi peringatan Rektor UI untuk tidak menggunakan lambang Makara tanpa izin untuk kegiatan politik praktis.

“Apa yang dilakukan IKB UI juga telah melanggar Peraturan Rektor UI 058 tahun 2017 tentang Penggunaan Nama, Logo, dan/atau Merek UI,” kata Bachtiar.

Lebih lanjut, ia mengajak segenap komponen bangsa untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif sepanjang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang.

“Iluni UI akan menjadi penyeimbang yang kritis namun konstruktif terhadap pemerintah yang terpilih melalui mekanisme demokratis dan konstitusional,” ujarnya.

Sebelumnya, IKB UI pimpinan Sri Bintang Pamungkas berunjuk rasa menentang pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden dan Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden terpilih 20 Oktober 2019 mendatang.

Dalam aksi yang digelar di Tugu Proklamasi,Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2109), kelompok terdiri dari 11 orang dan mengenakan jaket kuning mengusung lambang UI ini menolak pemerintahan 5 tahun mendatang dipimpin Jokowi-Amin.

Aksi itu pun sempat mendapat respons Humas UI, Milda. Ia menegaskan bahwa 11 orang yang dipimpin oleh Sri Bintang Pamungkas dan menamakan diri sebagai IKB UI bukanlah bagian dari kampus.

“Kelompok ini sama sekali tidak mewakili UI. Kelompok ini juga tidak berhak menggunakan nama, logo dan merek UI sesuai dengan Peraturan Rektor UI nomor 058 tahun 2017tentang penggunaan nama,logo dan merek UI.

Karena itu, hal ini sudah bisa dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran hukum dan akan ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya, Rabu (16/10/2019).

Milda menyatakan UI menganggap aksi kelompok ini telah mencederai demokrasi karena Jokowi dan Ma’ruf Amin telah memenangkan Pilpres dan bahkan kemenangan itu juga telah diperkuat oleh putusan Makamah Konstitusi.(red))