Indonesia Great Sale Berikan Diskon Hingga 74 Persen

Wisata

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Program Indonesia Great Sale yang akan berlangsung pada pertengahan Agustus 2019 akan menjadi momentum untuk mendorong tingkat konsumsi masyarakat karena menggelar berbagai diskon, bahkan ada yang hingga 74%. Sektor penerimaan pendapatan negara melalui pajak diproyeksi akan meningkat.

Dilansir CNBCIndonesia.com, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan total transaksi di Indonesia Great Sale ditargetkan mencapai Rp 35 Triliun. Gelaran pesta diskon ini akan berlangsung di ratusan mal dan gerai modern di seluruh Indonesia dari tanggal 14-25 Agustus 2019 menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74. .

“Target Indonesia Great Sale Rp 35 triliun dan Aprindo sendiri menargetkan adanya pertumbuhan dobel digit yang pertama dibanding tahun-tahun sebelumnya yang kita memang sedang under perform,” kata Roy Mandey saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Adanya pesta demokrasi, ada Ramadan, ada THR bagi penisunan, TNI, Polri, THR ke-13 menurut Roy dapat menjadi indikator yang diharapkan dapat berkontribusi untuk mencapai pertumbuhan dobel digit untuk Ritel Indonesia.

“Kita harapkan tumbuh 9-10% sampai akhir tahun dibanding tahun lalu yang tumbuh 7-8%,” jelasnya.

Ia menambahkan setelah Indonesia Great Sale masih akan ada pagelaran di bidang kuliner dan belanja di September, lalu momentum Natal dan Tahun baru untuk menggenjot pertumbuhan.

Selain itu, Roy memandang susunan kabinet baru pada 20 Oktober mendatang akan diisi oleh orang-orang yang akan mendukung perekonomian dalam agenda 100 hari kerja.

“Ujung-ujungnya konsumsi meningkat. Kita optimis bahwa tim (kabinet Jokowi-KH Maruf Amin) adalah orang-orang pilihan,” katanya.

Roy sendiri mengatakan pendapatan rata-rata masyarakat sebesar Rp4,6 juta per bulan sudah cukup untuk mendorong mereka berbelanja.

“Tingkat pendapatan orang Indonesia US$ 3927 atau sekitar Rp 56 juta per tahun, per bulan sekitar Rp 4,6 juta per bulan. Itu GDP dari BPS. Artinya kita sudah cukup. Kita ngga bicara yang di bawah, kita bicara rata-rata pendapatan dari data BPS. Artinya dengan belanja Rp 200.000 saja, It’s ok,” katanya.

Apalagi menurutnya dengan adanya promo, belanja seseorang bisa mencapai di atas Rp 200.000.

“Nah kita ambil yang Rp 200.000 saja. Kedatangan pengunjung 20-50 ribu per hari. Rata-rata di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota anggap 30.000 lalu dikalikan Rp200.000 dikalikan 321 mal. Kita harapkan dapat meningkatkan konsumsi. Lalu ada peningkatan pajak,” jelasnya.

Di tengah rintangan dengan adanya tren e-commerce, Roy mengaku optimis karena bagi pelaku usaha ritel, event merupakan satu cara untuk mendatangkan banyak kunjungan.

“Kegiatan itu diharapkan peritel. Jadi event ini (Indonesia Great Sale) pasti dapat memantapkan lalu menjadi momentum untuk me-recovery. Kami kan pelaku usaha yang optimis dan dinamis,” katanya. (red)