KANGEN DOLANAN

Wisata

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Kangen dolanan merupakan sebuah ide  yang didalamnya membahas mengenai permainan anak pada jaman dahulu,permainan tradisional yang terlupakan atau bahkan sudah hilang pada masa sekarang, kini bisa di kenalkan kembali lewat ” kangen dolanan”

Seperti yang kita ketahui,pada generasi milenial saat ini permainan tradisional teralihkan dengan teknologi yang canggih.

Dimana anak-anak pada era saat ini sudah di kenalkan dengan gadged,vidio game dan sebagainya sejak usia dini,ini cenderung membuat anak lebih asik dengan gadgetnya,yang dimana di dalam gadgenya sudah terdapat bnayak sekali permainan modern,sehingga permainan atau dolanan tradisonal hilang bahkan tak berbekas.

Hal ini tentunya memeberikan dampak negatif bagi anak,dimana anak akan cenderung bersifat individulalisme dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar,bahkan pada beberapa kasus mempelihatkan sebagian anak mengalami kecanduan bermain game,

Berbeda dengan permainan atau dolanan pada zaman dahulu,yang dimana anak di tuntut lebih aktif,kreatif dan saling bekerja sama antara anak satu dengan anak lainya agar dapat memenangkan permainan tesebut misalnya,gopak sodor,benteng sodor,lompat tali,petak umpet dll. Hal ini memberikan dampak positif bagi sang anak guna melatih jiwa sosialnya dan sikap tenggang rasa.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Bangsa yang besar,adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah” tidak semua orang tahu bahwai permainan tradisional juga merupakan sejarah,dimana kita dapat mengetahui bagaimana cara anak-anak pada jaman dahulu menghibur diri.

Lewat  ” kengen dolanan” ini bertujuan untuk mengangkat atau sekedar mengingat permainan tradisional,pengaplikasianya dapat berupa memasukan beberapa permainan tradisional kedalam mata pelajaran pendidikan jasmani (penjas).agar tidak menghilangkan inti dari pelajaran pendidikan jasmani (penjas) , kangen dolanan bisa dilakukan 1 kali dalam 4 kali pertemuan,hal ini akan membuat anak tahu sedikit banyak nya tentang permainan tradisional.

(Red/Penulis: Afda’ul Hafiz dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, )