Konser Michael Learn to Rock “Bernostalgia 90an” Di MCC Semarang

Selebriti Wisata

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Michael Learns to Rock (MLTR) merupakan grub band lawas asal Denmark yang lagu-lagunya cukup populer bagi penggemar musik di Indonesia pada era 1990-an.

Sebut saja lagu-lagu yang pernah akrab di telinga pendengar, di antaranya ”The Actor”, ”Sleeping Child”, ”25 Minutes”, ”Someday”, ”That’s Why (You Go Away)”, ”I’m Gonna Be Around”, ”Nothing to Lose”, ”Paint My Love” dan ”Breaking My Heart”.

Kedatangan mereka untuk menggelar konser di Marina Convention Center (MCC) Semarang seakan-akan mengingatkan kembali nostalgia ke masa 23 tahunan lalu.

Tentunya, momen itu ditunggu oleh para penggemarnya yang rindu kehadiran band yang digawangi vokalis Jascha Richter, drummer Kare Wanscher, dan gitaris Mikkel Lentz tersebut.

Antrean panjang penonton konser telah berlangsung sejak pukul 18.00. Mereka masuk ke MCC melewati sejumlah pemeriksaan petugas keamanan dan panitia penyelenggara. Congrock17 menjadi band pembuka pada awal pertunjukan.

Menampilkan sejumlah lagu selama sekitar 20 menit, seperti ”Bohemian Rhapsody” milik Queen, ”I Just Called to Say I Love You” dari Stevie Wonder hingga ”Lir Ilir” yang semuanya diaransemen dengan musik keroncong.

Sepuluh menit kemudian, personel MLTR satu per satu bermunculan di atas panggung dan langsung membawakan ”Complicated Heart”. Disusul dengan ”Sleeping Child”, yang mendapat sambutan baik dari penonton dengan ikut bernyanyi bersama.

MLTR tampil juga cukup menarik dengan tampilan layar belakang panggung yang didesain dengan bermacam-macam bentuk tampilan gambar.

Bahkan video klip asli band tersebut juga ditampilkan. Ditambah dengan penataan dan permainan lampu-lampu LED selama pertunjukan berlangsung di atas panggung, membuat penampilan lebih berwarna.

Pada konser bertajuk ”Michael Learns to Rock Still Asian Tour 2019” itu, MLTR membawakan 20 lagu yang mereka miliki. ”Kami sudah lama tidak ke Semarang, terakhir sejak 2005.

Bagaimana pun, kami sangat gembira ternyata kalian masih mengingat lagu-lagu kami,” ujar sang vokalis, Jascha Richter.

Pertunjukkan terus berlanjut dengan lagu-lagu khas MLTR yang berisi perasaan mendalam, namun tidak sampai benar membuat galau. Sesaat sebelum menyanyikan lagu ”I Still Carry On”, Richter kembali menyapa para penonton.

”Ini lagu saat kami masih berada di Denmark. Lagunya sangat kuat untuk menggambarkan perasaan karena dikecewakan seseorang, namun masih tetap bertahan untuk melanjutkan hidup,” kata dia.

Kemudian, tiba-tiba saat menyanyikan lagu ”Nothing To Lose”, Richter turun dari atas panggung diikuti Mikkel Lentz.

Mereka menyapa penggemarnya yang duduk di bangku barisan terdepan. Bahkan sempat berfoto bareng dengan penonton.

Jelang akhir pertunjukkan, salah satu lagu andalan mereka yakni ”Someday” dibawakan. Usai membawakan dua lagu tersebut, terdengar suara Richter menyampaikan kalimat perpisahan guna menyudahi penampilan mereka.

Lampu-lampu di atas panggung dimatikan dan para personel MLTR satu per satu turun ke belakang panggung. Membuat penonton berteriak protes karena hal tersebut. Mereka masih belum puas, karena merasa penampilan MLTR terlalu canggung untuk disudahi.

”We want more! We want more!! We want more!!!” begitu seruan penonton membahana yang mengisi ruangan MCC. Penonton meminta agar MLTR kembali ke atas panggung untuk kembali tampil.

Selang lima menit kemudian, Richter berlari ke atas panggung namun kembali turun. Tampaknya dia ingin menggoda penonton yang hadir pada konser malam itu.

Kali ini dia kembali lagi ke atas pangung, disusul seluruh personel. Kembalinya seluruh personel MLTR itu untuk membawakan dua lagu penutup ”Paint My Love” dan ”That’s Why (You Go Away)”.

Kali ini mereka benar-benar undur diri dan bersama-sama mengucapkan terima kasih kepada seluruh penonton. (Red)