INOVASI BUAH GAYAM MENJADI SUSU 

Bogor Now Kuliner

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Hallo teman-teman, apakah kalian tahu apa itu buah Gayam? Tentu bagi sebagian orang tidak mengetahui apa itu buah Gayam, karena memang saat ini keberadaan tumbuhan Gayam sangat langka.

Tumbuhan Gayam merupakan merupakan tumbuhan liar, biasanya ada didekat sumber mata air (sungai), dipekarangan belakang rumah. 

Tumbuhan Gayam bisa tumbuh hingga mencapai 20 m,memiliki daun yang lebat dan memiliki buah. Tak heran jika tumbuhan Gayam merupakan pohon perindang, akan tetapi buah Gayam itu musiman.

Buah Gayam juga memiliki kulit yang keras, dan pengolahannya cukup lama. Biasanya orang-orang mengolah buah Gayam hanya direbus saja dan sangat enak ketika dimakan saat hujan.

Kali ini saya ingin menginovasikan olahan susu, yang biasanya berbahan dasar kedelai saya ubah dengan bahan dasar Gayam. Bagaimana cara membuatnya? Apakah rasanya enak? Apakah jika dijual memiliki nilai jual lebih tinggi? Yukk, kita simak langkah-langkah membuat susu Gayam.

Bahan- bahan

Bahan yang diperlukan untuk membuat olahan susu Gayam sebagai berikut:

  • 500 gr gayam 
  • Air secukupnya untuk merebus
  • 2 lembar daun pandan
  • 150 gr gula pasir
  • ½ sdt garam
  • Pewarna makanan  dan perisa makanan(bila perlu)

Alat

  • Panci
  • Kompor
  • Pengaduk/ cintung
  • Blender
  • Saringan
  • Baskom

Langkah-langkah

  1. Gayam dikupas terlebih dahulu, lalu dibersihkan.
  2. Rebus gayam hingga matang
  3. Setelah matang, angkat dan tiriskan
  4. Masukan rebusan gayam kedalam blender tunggu sampai halus.
  5. Kemudian saringlah menggunakan saringan diatas baskom
  6. Masak hingga mendidih, jangan lupa tambahkan daun pandan dan gula sesuai selera.
  7. Tunggu hingga dingin, kemudian kemas kedalam botol
  8. Susu gayam siap disajikan (dikuklas lebih nikmat)

Setelah saya mencoba membuat olahan susu gayam ini dan mencoba memasarkannya, ternyata hasilnya cukup baik. Selamat mencoba didapur kalian, semoga berhasil.

By: Enggar Damayanti/PGSD/ Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa