Ke Salatiga,Jangan Lupa Mampir Cicipi Sate Kambing Blotongan

Kuliner

KORANBOGOR.com-Penyuka sate kambing perlu datang ke Blotongan. Konon sate Blotongan yang satu ini berasal dari salah satu kota di Jawa Tengah yaitu Salatiga.

Blotongan adalah sentra sate kambing di Kota Salatiga. Tepatnya di perbatasan dengan Ambarawa, kabupaten Semarang. Sepanjang jalan itu bertebaran penjual sate yang enak.

Namun, ada satu yang menjadi pionor sate Blotongan di antara sekian warung sate di sepanjang jalan daerah tersebut. Namanya sate Masyudi. Warung sate terbesar yang terletak di sisi kanan jalan dari arah Semarang.

Warung sate ini telah ada sejak tahun 1979, dan dikelola langsung oleh si empunya warung, Masyudi, yang menjadi nama warungnya.

Kini, warung Masyudi dikelola putranya, Helmi, sarjana teknik mesin lulusan Universitas Muhamadiyah Solo (UMS).

“Dulu, ayah saya mulai jualan sate di tengah kota Salatiga. Mulai dari jualan di pinggir jalan. Penjual sate kaki lima,” kata Helmi mengenang usaha warung sate yang dirintis ayahnya.

Warung Sate Autentik

Dokter Mohamad Badri, salah satu pelanggan Sate Masyudi membagikan cerita sekilas tentang warung sate ini. Saat itu, ia tengah menjadi kepala suku rombongan yang ingin menikmati tongseng.

Kebetulan sopir minibus yang disewa berasal dari Salatiga. Maka langsung saja diputuskan makan malam di Salatiga. Bandungan-Salatiga hanya 30 menit perjalanan.

“Saya menemukan warung sate ini tanpa sengaja. Ketika bersama rombongan pengurus P4M Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) melakukan wisata kuliner akhir tahun ke Semarang dan Solo. Menginap di Bandungan-Semarang. ,” ungkap Mohamad Badri.

Semula bukan Sate Masyudi yang jadi jujugan. Namun, begitu sampai di tempat yang dituju, semua jenis makanan yang berbahan kambing sudah habis. Akhirnya secara acak memilih warung sate yang tempat parkir dan warungnya agak luas. Ketemulah Sate Masyudi ini.

Ternyata justru inilah warung sate yang autentik di sepanjang jalan itu. “Hampir semua warung sate yang ada di daerah ini adalah mantan pekerja di sini. Ada juga beberapa milik saudara saya,” kata Helmi yang mulai mengelola warung sate ini sejak tahun 1998.

Sate, tongseng, dan tengleng Masyudi disajikan dalam hotplate untuk menjaga daging kambing yang telah dibakar tetap hangat. Bumbunya begitu nendang di lidah. Juga ramuan lalapan, bawang merah, irisan kol, dan irisan cabenya.

Tongsengnya juga sangat terasa bumbunya. Berbeda dengan kebanyakan tongseng di berbagai tempat, sate kambing berkuah ini tanpa banyak kecap. Sehingga gurihnya lebih terasa. Tidak semanis tongseng Yogya dan Solo. Lebih enak untuk lidah orang Surabaya.

Tenglengnya yang justru lebih terasa manis dibanding tongseng. Tengleng adalah sebutan untuk gulai kambing di Jawa Tengah. Kalau tongseng berisi daging kambing, sedangkan tengleng berisi balungan atau tulang, lemak dan jerohan.

Makan sate kambing, tongseng dan tengleng di daerah dengan udara dingin seperti Salatiga menambah keenakan sendiri. Enaknya membuat susah berhenti. Resiko kebanyakan makan kambing sangat mungkin terjadi. Dan ini bisa bikin leher tegang alias tengeng karena tensi darah tinggi.