Kuliner Khas Jogja Yang Wajib Dikunjungi Dan Legendaris

Kuliner

Oleh: Wiji Astuti

KORANBOGOR.com-Kota Jogja rupanya bukan hanya terkenal dengan keindahan alam yang menakjubkan. Namun kota pelajar yang satu ini juga sangat populer dengan kuliner.

Kuliner khas yang terkenal sejak dulu hingga hari ini yang dapat memanjakan lidah kamu. Salah satunya adalah kuliner tradisional Jogja, yang menjadi andalannya.

Makanan tradisional Jogja adalah jenis kuliner yang banyak digemari oleh wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara. Kuliner Jogja sendiri terkenal dengan cita rasa yang manis serta lezat.

Maka tidak heran jika makanan khas Jogja menjadi incaran para wisatawan.
Jika kamu berkunjung ke Jogja dan belum mengetahui apa apa saja jenis kuliner tradisional Jogja yang terkenal enak dari dulu hingga sekarang. 

Berikut adalah 5 makanan tradisional Jogja terkenal enak sejak dulu sampai sekarang yang wajib kamu coba. Mari simak ulasan di bawah ini:

  1. Gudeg

Gudeg adalah makanan yang terbuat dari nangka. Gudeg Jogja biasanya dinikmati dengan sambel goreng krecek, telur, dan tempe. Gudeg sering dijadikan oleh-oleh para wisatawan. Gudeg Mbah Lindu merupakan salah satu gudeg legendaris di Yogyakarta yang sangat populer.

Gudeg Mbah Lindu ini disebut sebagai gudeg tertua di Yogyakarta. Pada proses memasaknya, Mbah Lindu melakukan dengan cara tradisional, yaitu menggunakan tungku batu dan kayu bakar. Untuk satu porsi gudeg dengan harga terjangkau, yakni sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000.

Meski gudeg merupakan makanan tradisional, tetapi pelanggan di warung Mbah Lindu ini datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Kini Mbah Lindu telah berpulang, tetapi gudeg buatannya tidak akan dilupakan oleh pencintanya.

  1. Bakpia

Bakpia berasal dari kata bak yang artinya daging dan pia artinya kue.  Di berbagai daerah bakpia dikenal dengan nama pia. Bakpia adalah jenis kue yang terbuat dari tepung, gula dan isian rasa untuk bakpia.

Di Jogja bakpia terdiri dari berbagai macam rasa antara lain rasa kacang hijau, coklat, durian, dan lain-lain. Bakpia yang paling terkenal yaitu bakpia pathuk. Bakpia pathuk adalah bakpia yang dijual di Jl. Pathuk. Bakpia sering dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan. Bakpia sangat mudah kita temui di sepanjang jalan kota jogja.

  1. Sate Klatak

Sate klatak adalah daging kambing yang dibumbui oleh sejumlah rempah yang kemudian ditusuk menggunakan jeruji besi, bukan tusuk sate biasa semisal lidi. Sate klatak dianggap sebagai makanan khas Jogja yang unik karena menggunakan jari-jari roda sepeda untuk tusukannya.

Tujuan penggunaan benda tersebut sebagai tusukan sate karena besi bisa menjadi penghantar panas yang baik sehingga saat proses pembakaran bagian dalam daging juga matang sempurna.

Adapun keunikan lain dari sate klatak adalah bumbu yang digunakan. Sate klatak hanya diberi garam dan sedikit ketumbar. Sate klatak biasanya disajikan bersama nasi, kuah gulai atau kecap, dan potongan cabai rawit.

  1. Oseng-Oseng Mercon

Oseng-oseng mercon adalah makanan yang berbahan dasar kikil, daging sapi, dan cabe rawit yang sangat banyak. Nama mercon berasal dari letupan-letupan pedasnya cabe rawit ketika dikunyah dan ekspresi wajah setelah memakan oseng-oseng tersebut, rasanya seperti bom yang meledak di dalam mulut.

Oseng-oseng mercon yang terkenal di Jogja adalah Oseng-oseng Mercon Bu Narti dan oseng-oseng mercon yang berada di Jl, K.H. Ahmad Dahlan. Harga oseng-oseng mercon berkisar antara Rp10.000,- hingga Rp15.000,-.

  1. Bakmi Jawa

Makanan khas Yogyakarta berbentuk bakmi yang tak kalah terkenal adalah bakmi jawa. Bakmi jawa hanyalah penamaan untuk kuliner berupa bakmi yang disajikan bersama ragam macam bahan tambahan yang tidak biasa ditemui pada bakmi di tempat lain. Bakmi jawa juga mempunyai ukuran yang lebih besar daripada mie yang dipakai pada bakmi lain.

Di dalam satu mangkuk bakmi jawa biasanya tersaji dengan irisan kembang kol dan daging ayam yang potongannya besar-besar. Selain itu juga terdapat tambahan bawang goreng untuk menghasilkan aroma yang lebih sedap.

Bakmi jawa dimasak dengan metode tradisional, yakni menggunakan arang. Di Yogyakarta bisa ditemukan cukup banyak penjual bakmi jawa, sepertti di Bakmi Pele yang berlokasi di bagian tenggara alun-alun Yogyakarta.

(Red)