Malamang,Tradisi Unik Membuat Lemang Khas Minang

Kuliner

KORANBOGoR.com-Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki ragam budaya dan kuliner lezat. Salah satunya kuliner dari Tanah Minang, yaitu lemang yang terbuat dari ketan putih.

Lemang dalam tradisi masyarakat, memiliki historis sendiri. Ada pula yang membuatnya di luar hari besar Islam.

Tradisi bernama Malamang ini diperkirakan sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Malamang adalah tradisi membuat lemang, yaitu kudapan dari ketan putih yang dimasak dengan cara dibakar di dalam bambu dan daun pisang.

Tradisi ini dapat ditemui hampir di seluruh wilayah Minangkabau, baik di daerah darek (darat) seperti Solok, Bukittinggi, Payakumbuh. Maupun di pesisir pantai, Padang, Pariaman, dan Painan.

Membuat lamang tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh beberapa orang untuk membuatnya. Misalnya, ada yang bertugas untuk mencari bambu sebagai tempat adonan, mencari kayu bakar guna memanggang lamang, mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat lamang seperti beras ketan, santan, dan daun pisang, serta orang yang mempersiapkan adonan dan memasukkan adonan lamang dalam bambu.

Tujuan Malamang memang sebagai sarana berkumpul dan mempererat tali silaturahmi. Biasanya, lamang dibuat dalam jumlah banyak.

“Malamang merupakan suatu tradisi di Sumatera Barat. Malamang di (Bonjol) sendiri dilakukan ketika akan melangsungkan pesta perkawinan. Kulinerminang @ertri_anhar,” tulis Instagram @kuliner.minang, Rabu (7/8/2019).

Proses pembuatan lamang dimulai dari mencuci sipuluik atau beras ketan, kemudian dikeringkan. Lalu, dimasukkan dalam bambu sepanjang 60 sentimeter yang sebelumnya telah diberi alas daun pisang muda. Setelah itu, beri santan, garam, dan vanila secukupnya. Masak menggunakan kayu bakar.

Proses membuat lamang hingga masak atau matang bisa memakan waktu sekitar lima jam dengan api kecil. Lamang yang sedang dibuat ini ada tiga rasa, yaitu rasa pisang, ketan, dan lamang galamai yang terbuat dari tepung beras. Menyantap lemang paling nikmat ditemani tapai atau ketan hitam yang sudah difermentasi.