Para Pedagang Pasar Tradisional Sangat Antusias Ikuti Solo Great Sale 2020

Kuliner Wisata

KORANBOGOR.com,SOLO-Agenda tahunan Solo Great Sale (SGS) 2020 yang memanfaatkan aplikasi baru cukup sukses menarik sejumlah pengusaha. Bahkan, sejumlah pedagang di pasar tradisional siap menyambut event tersebut.

Kepala Pasar Jongke, Anang Banto, mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya Pasar Jongke menjadi salah satu peserta SGS. Berdasarkan informasi yang dia terima, ada sekitar 20 pedagang yang menjadi tenant SGS 2020.

“Untuk persiapan sama seperti biasanya. Hanya perubahan pada adanya aplikasi saja. Petugas nantinya sosialisasi ke pengunjung dan pedagang. Pedagang nanti diberi barcode. Sementara pedagang yang terdaftar adalah yang sudah siap dulu, sekitar 20 pedagang,” kata dia kepada Solopos.com, Jumat (31/1/2020).

Sedangkan di Pasar Sangkrah, beberapa pedagang yang menjadi tenant SGS 2020 juga sudah mendapatkan sosialisasi.

“Saat ini untuk persiapan untuk pemasangan umbul-umbul sudah dilakukan. Tapi kalau poster atau spanduk nanti menyusul. Sosialisasi kepada pedagang yang menjadi peserta juga telah dilakukan,” kata salah satu pedagang yang juga Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sangkrah, Kusmadi.

Meski demikian, Kusmadi belum tahu persis seperti apa aplikasi yang dipakai pada SGS 2020. Menurutnya, setiap pedagang harus menyiapkan nota untuk setiap transaksi. Nantinya nominal transaksi dalam nota itu akan digunakan konsumen sebagai acuan saat memasukkan data di aplikasi.

“Sosialisasi sudah, intinya program sama tinggal melanjutkan yang dulu. Tinggal nanti pedagang menyampaikan ke pembeli ada aplikasi yang baru yang digunakan di SGS tahun ini,” kata dia.

Lebih lanjut Kusmadi mengatakan di Pasar Sangkrah terdapat sekitar 30 pedagang yang akan menjadi tenant SGS 2020. Namun, dia berharap nantinya tetap ada petugas SGS 2020 yang bertugas di pasar meskipun sudah ada aplikasi digital.

Sementara itu Kepala Pasar Legi, Marsono, mengatakan pelaksanaan SGS 2020 bersamaan dengan pembangunan Pasar Legi pasca-kebakaran. Dengan begitu, saat ini para pedagang masih menempati pasar darurat yang berada di tepian jalan di sekitar pasar. Terkait hal itu pihaknya belum bisa memastikan kesediaan para pedagang untuk menjadi peserta SGS 2020.

“Kalau instruksi dari Kadin, semua pedagang bisa ikut serta. Namun dalam kondisi seperti ini, kami tetap berusaha memberi sosialisasi.

Soal mau atau tidaknya, kami serahkan kepada pedagang.

Nanti kami tetap kami pasang spanduk. Saat rapat juga kami sampaikan tidak menjanjikan transaksi bisa optimal,” terang Marsono.

Jika melihat daftar tenant di aplikasi Solo Sale, sebanyak 43 pasar di Solo masuk di dalamnya. Mulai dari Pasar Klewer, Pasar Legi, Pasar Gede, Pasar Tanggul, Pasar Jongke, Pasar Jongke hingga pasar Sibela, Pasar Panggungrejo dan Pasar Pucangsawit.

Sebelumnya Sekretaris SGS 2020, David R. Wijaya, menyebutkan jumlah peserta dari pasar tradisional cukup banyak.

Semua pasar yang ada di Solo terlibat dalam event tersebut.(Red)