Sejarah Makanan Khas Palembang Dudah Menjadi Makanan Khas Yang Membuat Kota Palembang Terkenal.

Featured Kuliner Lainnya


Oleh : DESTRIA

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Banyak sekali makanan khas palembang yang sudah mendunia dan sangat disukai masyarakat. Selain memiliki cita rasa yang, kuliner Palembang juga memiliki cerita khas yang berkaitan dengan sejarah Kota Palembang dan perkembangan kehidupan masyarakat disana. Artikel ini akan menjelaskan cerita dari makanan khas palembang yang wajib Anda coba bila berkunjung ke Palembang.

Untuk lebih lanjutnya dalam mengetahui sejarah makanan palembang, mari kita simak penjelasan dibawah ini.
1.Pempek
Pempek bisa dibilang sebagai ikon kuliner Palembang. Pempek adalah makanan wajib yang harus dicobadan digunakan oleh bila Anda berkunjung ke Palembang.

Pempek dibuat dari daging ikan yang digiling halus kemudian pulih kembali dengan tepung kanji. Daging ikan yang digunakan bisa dari ikan belida, ikan gabus, ikan tenggiri, dan banyak ikan lainnya.tidak lupa dengan Cuko adalah kuah berwarna hitam kecoklatan yang dibuat dari udara, gula merah, cabai rawit, bawang putih dan garam.Cuko memiliki
sensasi pedas yang akan menambah nikmat pempek.

Pempek tidak hanya dapat ditemui di Palembang, namun juga di kota lain di Sumatera Selatan. Di daerah Palembang, pempek sendiri memiliki beberapa jenis tepian dari kreatifitas pembuat pempek tersebut.

Beberapa jenis pempek yang patut Anda tau seperti pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek kulit, pempek pistel, pempek lenggang,
pempek udang, pempek tahu dan banyak lainnya. Anda bisa menemukan pempek di hampir setiap sudut Kota Palembang.

Sehingga Pempek pertama kali dibuat oleh orang asli Palembang dan dijual oleh pedagang Tionghoa yang memang saat itu sudah masuk ke Palembang.

Di tahun 1916, pempek baru mulai di jajakan di kampung kampung, terutama di kawasan Masjid Agung dan Masjid Lama Palembang yang dikenal dengan kawasan keraton.

Nama pempek sendiri berasal dari sebutan pembeli pempek pada penjualnya saat itu. Pembeli menyebut pedagang Tionghoa yang berjualan kelesan dengan sebutan empek.

Banyak pembeli, khususnya anak muda Palembang memanggil penjual kelesan dengan sebutan ‘Pak, Empek, Mampir kesini’.

Karena hal ini, nama pempek lebih populer dibanding kelesan dan dijadikan nama kuliner berbahan ikan sampai sekarang. (Red)