Mahligai: Sebuah Kediaman Rasa Putra Timur

Bogor Now Selebriti Wisata

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Luasnya dimensi perasaan dalam kehidupan kita hingga satu fenomena pun bisa menghasilkan dua emosi yang berbeda, bahkan bertolak belakang pada satu waktu.

Tak hanya menjadi pendorong utama dalam pengambilan keputusan, adanya perasaan juga banyak bermuara pada lahirnya karya seni, tak terkecuali musik.

Demikian pula halnya yang terjadi pada diri Putra Timur, seorang penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta.

Setelah merilis entitas pendek “The Loneliest Man on Earth” pada 2018 dan sejumlah single pada tahun 2019 silam, solois yang akrab disapa Timur ini meluncurkan album penuh pertamanya yang berjudul “Mahligai”.

Melalui kesepuluh lagu dalam album ini, Timur sarat menyuarakan tentang rasa.“Mahligai tuh kalau dilihat di KBBI berarti kediaman para raja dan ratu.

Di sini (di album), gue menganggap ‘Mahligai’ sebagai kediaman di ruang hati yang punya banyak pilar-pilar perasaan di dalamnya.

‘Mahligai’ itu tentang perasaan gue selama gue hidup.

Ada tentang pasangan, ada tentang hubungan gue dengan orang tua, ada tentang harapan, ya semuanya perasaan yang melibatkan orang terdekat dan tersayang gue di situ,” jelas Timur tentang makna “Mahligai”.

Bermula dari kamar kosnya pada pertengahan tahun 2019 lalu, Timur memulai proses penciptaan “Mahligai”.

Masing-masing lagu pun memiliki keunikan tersendiri dalam pembuatannya, salah satunya track “Gelora Asmara”.

“Gue termasuk orang yang dulunya skeptis perihal ‘ada ilham dari langit’, atau ‘pas bangun dari mimpi, dapet nada’. Gue pikir, ‘ah, bullshit.’ Tapi malah kejadian di gue,” ungkap Timur.

Ternyata, lirik dan nada dari lagu “Gelora Asmara” justru didapat sebangunnya ia dari sebuah mimpi.

“Pas gue bikin, langsung kebayang. Ini tuh lagu yang enak banget kalo gue
duet sama vokalis cewek, dan saat itu juga gue langsung kebayang Sky yang nyanyi.

Setelah dikerjakan, gue puas banget. Sesuai banget sama yang gue bayangin,” lanjutnya.

Pada perjalanannya, selain berkolaborasi dengan Sky Sucahyo dalam “Gelora Asmara”, Timur turut menggandeng Alit Djarot dan Daniel Hasudungan dari band asal Jakarta, Mafia Pemantik Qolbu, sebagai produser album ini.

Bersama Rima Aisha sebagai penulis lirik, Daniel juga berperan sebagai penulis lagu “Pelipur Lara”.

Album ini pun menjadi penanda tersendiri bagi bergesernya gaya musik Timur.

“Sebenernya dari awal sejak kecil gue emang disuguhi musik pop, baik lokal maupun luar.

Seiring berjalannya waktu, makin banyak musik yang gue denger. Akhirnya banyak influence non-pop, dari punk sampai metal.

Akhirnya gue pun bikin EP yang folk-ish, lalu bergeser ke nuansa yang lebih pop di lagu ‘Sejenak’ dan ‘Mewangi’.

Setelah itu, gue nulis ‘Merengkuh Mesra’.

Di situ (musik pop), gue merasa nyaman buat nulis dan bereksperimen, dan akhirnya jadilah ‘Mahligai’ sebagai album pop,” jelas Timur.

Melalui album “Mahligai”, Putra Timur menggiring pendengar untuk menyelami berbagai rasa yang muncul dari sebuah peristiwa.

Dari satu lagu ke lagu lainnya, Timur mengundang kita untuk mengunjungi kamar-kamar kediamannya, menyaksikan pilar-pilar perasaan yang
membangun ruang hidupnya, dan untuk merayakan megahnya rasa bersama-sama. Sambutlah, “Mahligai”.

Cipete, November 2020

Sambutlah, Mahligai.
Cipete, November 2020.

Daftar lagu Mahligai:

  1. Mahligai
  2. Nona
  3. Bersemi
  4. Gelora Asmara (feat. Sky Sucahyo)
  5. Merengkuh Mesra
  6. Sejenak
  7. Menari
  8. Serpihan Surgawi
  9. Pelipur Lara
  10. Segalaku Untukmu, Segalamu Untukku
    Mahligai dikerjakan Timur bersama Alit Djarot dan Daniel Hasudungan dari Mafia Pemantik Qolbu sebagai produser. Selain berperan sebagai produser, Daniel Hasudungan juga turut menuliskan sebuah lagu berjudul Pelipur Lara yang ia tulis bersama Rima Aisyah Zahra
    dalam pembuatan lirik.
    Mahligai turut dimainkan oleh Dionisius Antory (gitar elektrik) dari Mafia Pemantik Qolbu, Axel Amorio (bass), dan Muhammad Fahransyah (drum) dari @tkptheband.
    Mahligai menghadirkan Sky Sucahyo sebagai bintang tamu vokal pada lagu ‘Gelora Asmara’ dan Natasha Udu sebagai penyanyi latar pada lagu ‘Bersemi’.
    Mahligai direkam oleh Refo Ramadhan dan Wendi Arintyo di ALS Studio, Rempoa.
    Mixing oleh Dimas Martokoesoemo dan Refo Ramadhan pada track 10.
    Foto artwork oleh Fahreza Aditya
    Desain logo oleh Michael C. B. dan tata letak oleh Heikal B. N.
    Mahligai dirilis oleh Loneliest Club dan dapat didengarkan di berbagai kanal musik streaming serta dalam format cakram padat pada 27 November 2020.
    Dengarkan Mahligai:
    Spotify
    Apple Music
    Joox
    Social media
    Putra Timur
    Instagram: @putratimurrrr
    Twitter: @putratimurrr
    Loneliest Club:
    Instagram: @loneliestclub
    Narahubung: (Katagana)/mgmt@loneliestclub.com

Tentang Putra Timur

Putra Timur adalah penulis lagu/penyanyi asal Jakarta. Perjalanan musiknya di Industri dimulai pada 2017 ketika Ia merilis single pertamanya berjudul ‘Two Scenes’. Satu tahun kemudian, sebuah entitas pendek (EP) bertajuk The Loneliest Man on Earth dirilis.

Pada 2019, Putra Timur merilis 2 single yang juga ditempatkan pada album debutnya,‘Sejenak’ dan ‘Merengkuh Mesra’ yang mendapatkan sambutan begitu hangat dari pendengar. Kini, setelah pada April lalu sebuah single terakhir yang berjudul ‘Bersemi’ dirilis,album debut dengan tajuk Mahligai dirilis pada 27 November 2020.

Media Sosial:
Instagram: @putratimurrr
Twitter: @putratimurrr

Loneliest Club adalah ekosistem yang menaungi kekaryaan musisi dan band-band potensial. Saat ini Loneliest Club menaungi Putra Timur, Binar, dan Mafia Pemantik Qolbu. Follow Loneliest Club di Instagram: @loneliestclub