PESONA CANDI PLAOSAN DI KECAMATAN PRAMBANAN

Wisata

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Prambanan merupakan daerah yang terletak di perbatasan antara Kota Klaten dan Kota Yogyakarta. Kawasan Prambanan terbagi menjadi dua wilayah, yang satu masuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dan yang satu masuk wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prambanan terletak di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Klaten tidak hanya terkenal dengan keindahan umbulnya saja.

Kabupaten Klaten juga memiliki beberapa bangunan candi, yaitu Candi Plaosan, Candi Sojiwan, Candi Merak, Candi Bandung Karangnongko, Candi Untoroyono, Candi Gana, Candi Siwa, Candi Lumbung, dan Candi Bubrah. Candi yang berada di Kecamatan Prambanan meliputi Candi Plaosan, Candi Sojiwan, Candi Gana, Candi Siwa, Candi Lumbung, dan Candi Bubrah. Candi Siwa, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung masih terletak di dalam komplek taman wisata Candi Prambanan, namun Candi Prambanan sudah masuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Candi Plaosan merupakan salah satu candi di Kecamatan Prambanan yang akhir-akhir ini sedang populer dan banyak dikunjungi wisatawan. Candi Plaosan terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Tepatnya berada di timur Candi Prambanan, kira-kira jaraknya 1km ke arah timur dari Candi Prambanan. Candi yang memiliki nama lain candi kembar ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan.

Komplek Candi Prambanan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Sejarah singkat Candi Plaosan ini menceritakan tentang kisah cinta antara Raja Rakai Pikatan dan Pramodhawardani.

Mereka memutuskan untuk menikah dengan dasar saling cinta dan menyampingkan perbedaan keyakinan yang dimiliki keduanya yang dimana Raja Rakai Pikatan berasal dari Dinasti Sanjaya yang menganut agama Hindu sedangkan Pramordhawardani  berasal dari Dinasti Syailendra yang menganut agama Budha.

Candi Plaosan ini sebagai bukti nyata bahwa kekuatan cinta dapat menjadi alat untuk menyatukan perbedaan, serta menjadi simbol toleransi umat beragama.

Pahatan relief yang ada di Candi Plaosan dapat diinterprestasikan sebagai perasaan cinta yang tulus antara Raja Rakai Pikatan dan Pramordhawardani.

Mitos yang beredar di masyarakat menyatakan, pasangan yang datang ke Candi Plaosan, niscaya hubungan mereka akan langgeng.

Selain cerita romantis yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung di Candi Plaosan, keindahan sunset yang dapat dilihat dari Candi Plaosan banyak diburu oleh wisatwan.

Tempat yang sangat instagramable untuk berfoto menjadi nilai plus bagi kalangan anak muda yang suka berburu foto.

Selain itu, Candi Plaosan juga mempunyai festival tahunan yaitu Festival Candi Kembar.

Festival Candi Kembar ini mulai diselenggarakan pada tahun 2016 disekitar Candi Plaosan yang diperkasai oleh kelompok Desa Wisata Bugisan yang bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Candi Prambanan Klaten sebagai tindak lanjut pembentukan desa Bugisan sebagai desa wisata.

Biasanya festival ini diselenggarakan di akhir tahun. Tujuan utama acara ini adalah untuk memberikan hiburan kepada masyarakat sekitar, menggali potensi seni dan budaya yang ada di Kabupaten Klaten dan menumbuhkembangkan desa wisata di Kecamatan Prambanan.

(Red/  Villia Mega Nuraini ,Hahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )