PESONA KEBUMEN BERIMAN

Kampus Kita Wisata

kORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Kebumen merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Kebumen sendiri berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo di bagian utara, Kabupaten Purworejo di bagian timur, Samudera Hindia di bagian selatan, dan Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas di bagian barat.

Walaupun hanya sebuah kabupaten kecil, tetapi Kabupaten Kebumen memiliki pesona yang sangat indah serta kaya akan sumber daya alamnya.

Mendengar kata “Kebumen Beriman”, apasih maksud dari “Beriman” itu? Kata “Beriman” di sini adalah sebuah slogan yang memiliki arti “Bersih, Indah, Manfaat, Aman, dan Nyaman”.

Kebumen juga mempunyai ikon yang sudah sangat terkenal yaitu Tugu Lawet/Tugu Walet. Kenapa sih ikonnya dinamakan Tugu Lawet/Tugu Walet? Ya karena Kabupaten Kebumen adalah sebuah kabupaten penghasil sarang burung walet.

Tugu ini berada di pusat Kota Kebumen. Bentuk tugunya pun sangat unik, tugunya menggambarkan jerih payah orang-orang dalam mendapatkan sarang burung walet.

Keunikan lain dari Kebumen yaitu logat orang-orangnya dalam berbicara yang terkenal dengan bahasa ngapak.

Banyak orang bilang, bahasa ngapak itu lucu, unik, tetapi juga banyak yang bilang kalua bahasa ngapak itu wagu, aneh, dan lain sebagainya.

Tetapi tidak perlu dipermasalahkan, karena Indonesia kaya akan bahasa yang wajib kita lestarikan.

Kebumen juga memiliki banyak tempat wisata. Wisata pantai, bukit, dataran rendah, bahkan tempat-tempat bersejarah pun ada.

Karena Kabupaten Kebumen berbatasan langsung dengan Samudera Hindia maka tak salah jika Kebumen memiliki banyak pantai-pantai yang indah tetapi gelombang airnya cenderung besar.

Salah satu pantai yang indah yaitu Pantai Menganti. Pantai Menganti terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Pantai Menganti memiliki pesona yang sangat indah.

Hamparan pasir putih yang menyelimuti bibir pantai, dihiasi batu karang, terdapat puluhan gazebo, dibatasi bukit-bukit, dan masih banyak lagi. Terdapat banyak spot foto di sana. Pokoknya Pantai Menganti tidak kalah dengan pantai-pantai di Bali bahkan di luar negeri.

Selain tempat wisata, Kebumen juga memiliki berbagai macam makanan khas, di antaranya lanting, sate Ambal, peyek yutuk, nasi penggel, dan masih banyak lagi. Lanting adalah camilan olahan singkong yang berbentuk angka delapan,lanting ini memiliki berbagai macam varian rasa yang rasanya sangat enak dan cocok dijadikan oleh-oleh oleh para wisatawan.

Sate Ambal, siapa sih yang tidak tau sate Ambal? Sesuai dengan namanya, sate Ambal berasal dari Kecamatan ambal, Kabupaten Kebumen.

Sate Ambal yaitu sate ayam yang disiram dengan bumbu yang sangat enak. Bumbunya sangat unik, karena terbuat dari tempe. Rasa satenya mantap dan harganya pun murmer, alias murah meriah.

Peyek yutuk, apasih yutuk itu? Bagi orang luar Kebumen mungkin kata ini terdengar asing. Yutuk adalah sejenis binatang laut yang mudah ditemukan di pesisir pantai di Kebumen.

Maka peyek yutuk ini sering ditemukan di pantai-pantai di Kebumen, seperti pantai Petanahan, Pantai Bocor, Pantai Suwuk, dan Pantai Menganti.

Peyek yutuk ini juga sering disebut dengan istilah peyek undur-undur. Nasi Penggel merupakan makanan khas Kebumen yang terbuat nasi dan bentuknya unik, nasinya dibentuk bulat-bulat dan disajikan di atas pincuk daun pisang yang kemudian disiram dengan sayur gori dan lauk jeroan sapi atau kikil.

Rasanya sangat nikmat. Tetapi makanan ini sudah mulai susah dicari, bias ditemukan juga saat CFD saat hari Minggu di Alun-alun Kebumen lho.  Setiap daerah memiliki kekayaan, kebudayaan, serta potensi-potensi yang sangat beragam.

Oleh karena itu, kita wajib menjaga serta melestarikannya agar apa yang telah kita miliki tetap unggul dan lestari. Kita harus saling menghargai perbedaan dan selalu mengembangkan potensi-potensi yang ada.

Sudah wajar jika banyak perbedaan-perbedaan dengan daerah-daerah lain, tetapi kita tetap sama tetap bersatu, karena kita Indonesia yang berBhinneka Tunggal Ika.

(red/ Dian Anggraeni, Universitas SarjanaWiyata Tamansiswa, Yogyakarta )