Usung Ornamen Candi Borobudur , Dua Hotel Di Yogya Raih Rekor Muri

borobudur nshot_75KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sebagai World Cultural Masterpiece, Borobudur merupakan inspirasi yang tak pernah habis digali. Inspirasi Borobudur bisa dilakukan di berbagai bidang, mulai pertanian, musik, fesyen hingga arsitektur. Tak terkecuali arsitektur hotel.

Terbaru, dua hotel di Jogjakarta, Grand Mercure dan Ibis Yogyakarta Adi Sucipto mengusung candi Borobudur menjadi ornamen yang menghiasi setiap area hotel mulai dari pintu gerbang sampai ke dalam kamar. Hotel ini menampilkan warisan budaya dan tradisi serta kearifan lokal khas Jawa dalam balutan modern.

Muri ( Museum Rekor Dunia Indonesia) pun mencatat Grand Mercure dan Ibis Yogyakarta Adi Sucipto sebagai hotel yang mengaplikasikan candi Borobudur pada interior dan arsitektur hotel modern.

Tamu akan langsung menikmati sajian yang “sangat Borobudur” sejak memasuki jalan masuk hotel. Gapura yang tersusun dari batu menampakkan sosok Borobudur. Kemudian taman di depan lobi juga berhiaskan stupa-stupa candi.

Peresmian kedua hotel tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Hari Untoro Drajat, mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya pada Jumat (5/5).

Hari Untoro Drajat menyampaikan apresiasi yang tinggi pada AccorsHotel Group dan Sun Motor Group yang telah mengangkat Borobudur. Hari yakin ikon Borobudur yang telah mendunia akan mampu menjadi magnet bagi para tamu untuk menginap di tempat ini.

Menurut Hari, dengan dibukanya hotel Grand Mercure dan Ibis Yogyakarta Adisucipto, menambah amenitas di destinasi kawasan Joglosemar. “Pemilihan relief dan ornamen yang menjadi branding hotel sangat tepat.

Destinasi kawasan Joglosemar mempunyai unggulan wisata berbasis budaya dengan Mahakarya Budaya Dunia, World Culture Masterpiece Candi Borobudur sebagai ikonnya,” tegas Hari Untoro Dradjat yang juga ketua Tim Pengembangan Pariwisata Budaya Berkelanjutan Kawasan Borobudur.

Lebih lanjut Hari mengatakan Borobudur yang Buddha sebagai pusat mandala dikelilingi oleh kekayaan kultural yang luar biasa. Mulai dari Candi Prambanan, peninggalan Hindu, Sangiran sebagai asal usul Kehidupan manusia (tangible), dan keunikan yang telah masuk Warisan Dunia tak benda (intangible) yakni batik, wayang, dan keris. “Ini punya magnet yang luar biasa besar. Apalagi semua kompak mengkampanyekan Borobudur lewat tema besarnya untuk Indonesia dan dunia,” tandas Hari.

Lokasi Strategis

Grand Mercure dan Ibis Yogyakarta Adisucipto berada di lokasi yang strategis dekat dengan pusat kota dan tempat wisata. Dengan total kamar 449, kedua hotel ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung bersama seperti: area outdoor Piazza Open Theatre, galeri, ruang pertemuan dan ballroom, executive lounge, business centre, spa, kolam renang, fitness centre, dan lahan parkir memadai.

Kedua hotel, masing-masing memiliki restoran. Grand Mercure Yogyakarta Adisucipto dengan Purple Restaurant dan 80’8 Bar sedangkan Ibis Yogyakarta Adisucipto memiliki Ibis Kitchen Wok.

Founder Sun Motor Group Imelda Sundoro menuturkan kedua hotel yang menjadi bagian dari lini bisnis grupnya dibangun berdasarkan konsep yang kuat.

“Grand Mercure mengombinasikn unsur lokal dan modern di seluruh area hotel yang memiliki 305 kamar,” tuturnya.

Sementara itu, Hotel Ibis Yogyakarta Adi Sucipto memiliki 144 kamar berdesain modern yang juga mendapatkan sentuhan unik khas Borobudur.

Presdir PT Sunindo Indah Hotel Hartono Sundoro Hosea menambahkan, pilihan mendirikan hotel di Yogyakarta sangat tepat karena potensi kota ini sangat besar.

Garth Simmons, Chief Operating Officer AccorHotels untuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura menuturkan, kehadiran dua hotel ini merupakan sinergi dalam merespons positif kebutuhan wisatawan domestik, dan mancanegara, serta pebisnis.

“Kedua hotel ini memberikan pelayanan lengkap bertaraf internasional, dengan mengedepankan warisan budaya Jawa,” tutur Simmons dalam jumpa pers. (Red)

Share this Post :