1.440 Personel Gabungan Dikerahkan Dalam Operasi Ramadhiya Lodaya

alsedKORANBOGOR.com,BOGOR-Polresta Bogor Kota akan mengerahkan 1.440 personel gabungan dalam pengamanan Operasi Ramadhiya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Jumlah tersebut merupakan gabungan dari 2/3 personel  Polresta Bogor Kota, KBO Polda Jabar, 1 SSK Brimob, unsur TNI dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Dalam operasi Ramadniya ini akan didirikan 11 pos pengamanan tersebar di wilayah Kota Bogor.  Selain itu juga terdapat 1 pos pelayanan terpadu dan 83 pos Gatur,” ujar Kabagops Polresta Bogor Kota Kompol Fajar Harikuncoro seusai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ramadniya Lodaya 2017 di Makopolresta Bogor Kota, jalan Kapten Muslihat, Selasa (13/06/2017).

Ia menuturkan, seluruh stakeholder akan masuk di pos pelayanan terpadu yang dipusatkan di  terminal Baranangsiang . Penempatan para personel ini bertujuan untuk memberikan  pelayanan terbaik khususnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat baik yang mudik maupun yang ada di Kota Bogor.

“Kota Bogor sebagai kota penyangga jalur perlintasan mudik juga destinasi tempat wisata  dan kuliner berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas .

Saat ini baru terdapat 18 titik  yang menjadi perhatian utama kami satu diantaranya pengamanan objek vital Istana Bogor,”  terangnya.

Dia melanjutkan,apel gelar pasukan Operasi Ramadniya Lodaya 2017 akan dilaksanan 19 Juni mendatang dengan
melibatkan personel gabungan dari unsur Polri , TNI dan Pemerintah Kota Bogor( Pemkot ).

Kabag Sumber Daya (Sumda) Polresta Bogor Kota Kompol Syahroni menerangkan, pihaknya melakukan evaluasi
pengamanan di tahun lalu .

Memasuki mementum hari raya, bukan hanya  dilakukan ritual keagamaan, tapi juga dilakukan dengan silaturahmi melalui mudik.

“Ini yang menyebabkan meningkatnya mobilisasi masyarakat, serta terjadinya konsentrasi masyarakat
ditempat tempat tertentu .

Maka Kota Bogor akan menjadi rawan kemacetan dan kecelakaan lalin. Kami telah menyiapkan pelayanan transportasi Ramadniah yang akan dilakukan 16 hari,” tuturnya.

Ia menjelaskan, hal-hal yang menjadi fokus yakni penyelesaian sarana dan prasarana pendukung jalan yang disiapkan paling lambat H-7 agar tidak menghambat.

Pasalnya, ini  merupakan kegiatan dari tahun ke tahun yang selalu dilaksanakan. Evaluasi juga akan menjadi pengetahuan tambahan sehingga kedepan ada perbaikan.

“Pasar tumpah dan pasar modern juga jadi perhatian dan pengamanan. Selain itu SPBU juga jadi perhatian, karena Bogor menjadi wilayah perlintasan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Operasi Ramadhiya ini sebelumnya dikenal dengan operasi ketupat dan baru dua tahun ini berubah nama  menjadi Operasi Ramadhiya.

Setiap tahun juga dilakukan perbaikan kualitas pengamanan  agar kota ini tetap nyaman dalam berbagai kegiatan.

“Apalagi di tahun ini sesuai surat dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) libur lebaran sepuluh hari,” katanya.

Ade menjelaskan, di Malam Takbir diakui Ade Pemkot Bogor juga cukup direpotkan dengan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Bogor, jalan MA. Salmun, jalan Dewi Sartika.

Bahkan penertiban ini dilakukan hingga menjelang shalat subuh. Selain pembersihan PKL yang juga perlu di antisipasi saat malam Takbir yakni Takbir Keliling dari berbagai kecamatan.

“Idealnya kan Takbir itu dilakukan di Masjid bukan di jalan dan ini menjadi kebudayaan yang sulit dihapuskan. Ini tugas berat kita semua tetapi kita sudah memiliki banyak pengalaman.

Saya harap dari pertemuan ini ada sinergitas antara Pemkot dan kepolisian untuk mewujudkan Bogor yang aman bagi semua,” pungkasnya. (fla/ismet) SZ

Share this Post :