Sejumlah Proyek Dibidik Polisi, Bima Arya: Saya Heran, Dimana Korupsinya?

korupenshot_76KORANBOGOR.com,BOGOR-Sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dibidik oleh pihak kepolisian, mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jaringan Pengawal Rakyat (Jawara), Roy Sianipar.
Menurut dia, sejumlah proyek pembangunan yang terindikasi akan penyimpangan sudah semestinya diluruskan oleh penegakan hukum tanpa terbang pilih.  
“Banyaknya peristiwa-peristiwa hukum khususnya soal dugaan kasus korupsi yang notabanenya menyangkut uang rakyat. Tentu polisi atau kejaksaan menjadi tumpuan yang tepat dalam untuk mengungkap semua ini,” jelas Roy yang juga Ketua Harian DPN KAMPAK RI saat dihubungi Jurnal Bogor, Rabu (14/6).
Penegakan hukum di Kota Bogor, sambung Roy, sudah sepatutnya dilakukan tanpa tebang pilih. Disamping itu, masyarakat harus meyakini bahwa para penegak hukum pasti bekerja proporsional dan profesional.  
“Kami sabagai bagian dari warga Kota Bogor mendorong terciptanya penegakan hukum yang berkeadilan,” kata dia.
Ketika ditanya soal indikasi penyimpangan pada sejumlah proyek di lingkungan Pemkot Bogor, Roy tegaskan, akan senantiasa percayakan kepada penegak hukum.
 “Tentu kita percayakan kepada penegak hukum terkait indikasi itu, dan biarkan hukum yang bicara. Kami yakini akan mampu untuk mengungkapnya,” tandasnya.
Sebelumnya, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta Polresta Bogor Kota untuk mengungkap sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang diduga terindikasi ada penyimpangan.
Hal itu dikatakan Bima setelah sebelumnya melakukan peninjauan ke salah satu pembangunan gedung baru DPRD Kota Bogor, pada Senin (13/6).
Beberapa proyek itu diantaranya pembangunan SPAM milik PDAM Tirta Pakuan di Katulampa, pembangunan gedung DPRD di Jalan Pemuda, Perkara lahan di Jalan Suryakencana, Pembangunan Masjid Agung, dan proyek pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3).
“Ya kami lihat perkembangan aja semuanya. Sejauh  ini 51 persen on the track. Indikasi apa yang dipantau Polres, korupsinya dimana saya nggak tahu. Pokoknya progresnya 51 persen,” ujar Bima saat diwawancarai beberapa media di Tugu Kujang, Selasa (13/6).

Bima mengaku heran atas dugaan pihak kepolisian yang telah menyebutkan beberapa proyek besar di lingkungan Pemkot Bogor terindikasi menyimpang. “Saya ingin tahu informasinya, ada korupsi dimananya. Mohon informasinya saya sangat ingin tahu,” timpalnya. (Red)

Share this Post :