Lima Mahasiswa IPB Inovasikan Kue Pukis sebagai Pilot Project Penekan Konsumsi Gandum Indonesia

pukisenshot_76KORANBOGOR.com,BOGOR-Indonesia merupakan negara surga kuliner. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas sendiri. Termasuk juga kue rumahan. Konsumsi kue rumahan di Indonesia cukup tinggi karena kue rumahan sering disajikan dalam berbagai acara mulai dari formal hingga nonformal.

Di lain sisi, tingginya konsumsi kue rumahan Indonesia berdampak langsung pada tingginya permintaan tepung gandum. Hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi Indonesia. Impor gandum Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun bahkan menjadi negara kedua pengimpor gandum terbesar menurut United States Department of Agriculture pada tahun 2016.

Kepedulian tinggi terhadap kondisi inilah yang membuat lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mencari solusi untuk mengurangi volume impor gandum di Indonesia.

Kelima mahasiswa tersebut yaitu Hanief Al Naufal (AGB 2015), Dedy Nur Wakhid (AGH 2015), Anindita Destriana Sari (AGB 52), Siti Nur Khasanah (GFM 2015), dan Khusni Syafa’ah (AGH 2016) dengan bimbingan Ibu Tintin Sarianti, SP. MM. berhasil membuat terobosan baru berupa penggunaan tepung kentang sebagai bahan pengganti tepung gandum pada makanan rumahan kue pukis.

Kue pukis berbahan dasar tepung kentang dan jahe ini diberi nama “Pawkies!” dan berhasil mendapatkan dana hibah dari Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan tahun 2017.

Pawkies! merupakan inovasi baru dari kue pukis dengan menggunakan tepung kentang dan jahe. Tujuan utama dari penggunaan kedua bahan tersebut adalah sebagai pilot project bagi pengusaha bisnis terutama di bidang kuliner untuk meminimalisasi penggunaan tepung gandum serta lebih memanfaatkan produk lokal Indonesia.

Selain itu, jahe dan kentang juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. Beberapa diantaranya adalah menjaga kesehatan tubuh dan otot, mempercepat proses peremajaan sel dan jaringan tubuh, pencegah mual, penjaga lambung serta penetral efek radikal bebas.

Kandungan karbohidrat yang tinggi dari kentang pun cocok untuk masyarakat Indonesia khususnya yang memiliki mobilitas tinggi.

Hanief sebagai ketua kelompok memiliki harapan yang tinggi terhadap Pawkies! Dengan hadirnya Pawkies! ini diharapkan dapat menjadi produk percontohan bagi industri-industri pangan lainnya dalam mengurangi konsumsi gandum masyarakat dengan menggantinya dengan produk pertanian dalam negeri.

Tak hanya itu, ia juga berharap Pawkies! tidak hanya dipasarkan di Bogor saja, tetapi dapat menjangkau Jabodetabek hingga berbagai daerah di Indonesia lainnya agar misi yang hendak disampaikan dapat tercapai. Informasi lebih lanjut mengenai produk Pawkies! dapat dilihat melalui media sosial Instagram di @Pawkies.Idn.

(Red/Penulis: Hanief Al Naufal,NIM : H34150117,Mahasiswa Program Studi Agribisnis IPB .)

Share this Post :