Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Kepada Masyarakat,I Love Ngaji : Inovasi Pembelajaran Al-Quran sebagai Revitalisasi Minat Mengaji dan Karakter Anak

(kegiatan program Kisah Al-Qamar)

Foto: Kegiatan Program Kisah Al-Qamar)

(kegiatan Program Kangen Quran)

Foto: Kegiatan Program Kangen Quran)

Foto: Kegiatan Program SKPK)

Foto: Kegiatan Program SKPK)

(kegiatan Program SKPK)

Foto: Kegiatan Program SKPK)

(foto anak berserta Dream Booknya)

Foto : Anak-anak Berserta Dream Booknya)

(foto anak beserta sungai kehidupannya)

Foto: Anak-anak Beserta Sungai Kehidupannya)

KORANBOGOR.com,BOGOR-Pemerintahan era Jokowi menggaungkan sebuah gerakan Revolusi Mental yang akan diwujudkan untuk mencapai pembangunan bangsa.

Gerakan revolusi mental dinilai pemerintah semakin relevan ditengah tiga persoalan pokok bangsa yaitu merosotnya wibawa negara, merebaknya intoleransi, serta melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional.

Selain itu, di era 2020-2030 Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang perlu dipersiapkan untuk mencapai kualitas suatu bangsa.

Salah satu hal yang dapat membantu gerakan Revolusi Mental dan berkontribusi dalam pemanfaatan bonus demografi adalah dengan mempersiapkan pembangunan manusia yang memiliki karakter serta landasan spiritualitas yang baik sejak dini.

Hal tersebut dijadikan sebuah gagasan bagi mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (Lutfiah Syahidah, Siti Fathonah, dan Rista Damayanti Anggraini), Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (Ahmad Taqi Rayhan), serta Departemen Ilmu Komputer (Ahmad Fariqi) Institut Pertanian Bogor untuk berkolaborasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengembangan Masyarakat (PKM-M IPB) 2017 untuk menyelenggrakan program I Love Ngaji: Inovasi Pembelajaran Al-Quran sebagai Revitalisasi Minat Mengaji dan Karakter Anak.

Program PKM-M yang dibimbing oleh Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB yaitu Alfiasari, SP., M.Si melakukan program inovasi pembelajaran kepada anak-anak TPQ Al-Hidayah Desa Babakan Lebak RT 01 RW 8, Dramaga Bogor.Program yang digagas oleh tim PKM-M I Love Ngaji bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran Al-Quran yang menyenangkan bagi anak dan juga sekaligus dapat mengembangkan karakter positif dalam diri peserta TPQ sasaran.Program yang diselenggarakan dalam PKM-M I Love Ngaji terdiri dari beberapa program.

Pertama, melalui program Kisah Al-Qamar (Kisah dalam Al-Quran membentuk Karakter), tim PKM-M I Love Ngaji menyelenggarakan pembelajaran dengan metode story telling dengan menyampaikan 6 nilai karakter dari Al-Quran yang dipadukan dengan Kurikulum 2013 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah sesuai usia sasaran anak. Karakter yang dipadukan dengan pembelajaran Al-Quran mencakup karakter jujur, peduli, disiplin, santun, bertanggung jawab, serta berinteraksi dengan keluarga, teman, dan lingkungan.

Ketika penyampaian pembelajaran karakter, anak-anak juga diberikan materi surat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang karakter tersebut dengan metode kinestetik, audio, dan visual agar anak juga dapat menghafal ayat tersebut beserta artinya dengan lebih lancar.

Program kedua adalah Kangen Quran (Kami Pengen Belajar Al-Quran) yaitu pembelajaran yang memuat nilai spiritualitas anak dan membuat anak menjadi semangat belajar serta menghafal Al-Quran beserta artinya.

Dalam program ini, tim PKM-M I Love Ngaji mengajarkan surat An-Naba ayat 1-20 beserta artinya dengan metode kinestetik, audio, dan visual. Setelah pembelajaran, diharapkan anak dapat menjadi semangat mengaji dan dapat mempraktekkan hafalan Quran beserta artinya.

Program ketiga adalah SKPK (Sungai Kehidupan Penentu Karakter) yaitu pembelajaran yang dapat menguatkan karakter yang sudah disampaikan serta menuntun anak menentukan cita-citanya dimasa depan dengan bekal karakter dan spiritualitas yang sudah anak dapatkan.

Dalam program SKPK ini setiap anak akan mendapatkan Dream Book dan gambar sungai kehidupannya masing-masing. Sungai kehidupan mengarahkan anak menuju cita-citanya dan terbagi dalam 3 sesi pertemuan.

Sesi pertama adalah mengajarkan SKPK dianalogikan sebagai bagian hulu sungai dengan materi self esteem.Pada sesi ini, anak mengungkapkan pengalamannya diwaktu kecil melalui kata-kata, tulisan, atau gambar serta mengarahkan anak agar memiliki kepercayaan diri atas kelebihan yang dimilikinya.

Selanjutnya pada pertemuan kedua SKPK, materi dianalogikan sebagai bagian badan sungai yang mana anak memperoleh materi motivasi. Dalam pertemuan ini anak diperlihatkan film kehidupan dan bagaimana anak dapat merasakan kehidupan orang lain yang kurang beruntung dan dapat mengambil hikmahnya, sehingga anak mampu menuliskan kebaikan apa yang akan dia lakukan dalam hidupnya.

Pertemuan ketiga SKPK merupakan materi akhir yang dianalogikan sebagai bagian hilir dengan materi cita-cita supaya anak berani menuliskan cita-citanya di masa depan serta menguatkan kembali 6 nilai karakter yang dia dapatkan dengan landasan spiritualitas dan semangat agar kelak dimasa depan menjadi individu yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Untuk keberlanjutan program tersebut, Tim PKM-M I Love Ngaji menyusun buku berisi panduan bagi para pendidik untuk melakukan program tersebut serta akan diadakannya ToT bagi pengajar TPQ yang lainnya. Harapannya program I Love Ngaji sebagai inovasi pembelajaran dapat bermanfaat dan diterapkan diberbagai TPQ lainnya.

Red/Tim I Love Ngaji,Mahasiswa IPB gagas Inovasi Pembelajaran Al-Quran dan Karakter Anak )

Share this Post :