Satpol PP Sleman Operasi Tempat Hiburan

Satpol PP Sleman Operasi Tempat HiburanKORANBOGOR.com, SLEMAN– Meski bulan Ramadhan tempat hiburan malam seperti tempat karaoke maupun bar dilarang menyediakan minuman keras, sesuai Peraturan Bupati Sleman Nomor 26 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan usaha hiburan umum, rumah makan, restoran dan hotel pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, namun masih ada juga restoran dan bar yang menyediakan minuman keras.

Seperti saat operasi tempat hiburan malam yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Sleman pada Sabtu malam (17/6) di beberapa tempat hiburan malam. Memang, tidak semua tempat hiburan malam menyediakan minuman keras. Namun saat pelaksanaan operasi tempat hiburan malam, di salah satu restoran di kawasan Demangan dijumpai menyediakan minuman keras golongan B.

Restoran itu memang mengantongi ijin untuk menjual miras, tetapi golongan A, yang berlaku sampai dengan 27 Mei 2019. Namun saat dilakukan operasi kedapatan menyediakan miras Golongan B. Hingga oleh Satpol PP Sleman barang bukti tersebut disita untuk dimusnahkan.

Operasi yang melibatkan Polres Sleman, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman itu menyasar beberapa tempat hiburan malam lainnya: Liquid, Inul Vista Family dan Family Fun Karaoke. Namun di tiga tempat hiburan malam itu tidak dijumpai miras. Termasuk di Happy Puppy juga tidak dijumpai miras.

Kebanyakan, jam tutup tempat hiburan malam tersebut memang tidak melanggar peraturan, yaitu hanya sampai jam 24.00 WIB. Hal itu terlihat ketika operasi tempat hiburan malam dipimpin Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Satpol PP Dedi Widianto, SH, M. Rc. Dev, M.Ec, didampingi Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Dra. Shavitri Nurmala Dewi, MA, Kabid Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Nyoman Rai Savitri, S.Psi, M.Ec.Dev.

Miras yang diamankan dari salah satu restoran dan bar di kawasan Demangan tersebut sebanyak 69 botol dari 31 macam merek.

Dikatakan Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP, Sutriyanto, SH, operasi itu berkaitan dengan Perbup tentang ketentuan jam buka dan tutup tempat hiburan malam.

“Kalau jam dua belas malam belum tutup, maka akan ditutup paksa,” kata Sutriyanto, Senin (19/6).
Menurut Sutriyanto, sebelumnya juga telah dilakukan operasi penertiban spanduk dan baliho di sepanjang Jalan Affandi di lima titik. “Dan sempat diamankan dengan menurunkan dari baliho tersebut sebanyak dua puluh empat,” terang Sutriyanto. (Affan)

Share this Post :