Gubernur Maluku Melantik Pengurus IPMMA Se-Jabodetabek

fewshot_79KORANBOGOR.com,JAKARTA-Gubernur Maluku Said Assa­gaff, melantik Pengurus Ikatan Persaudaraan Mahasiswa Ma­luku (IPMMA) se-Jabodetabek.

Pelantikan yang berlangsung di anjungan Maluku kawasan Ta­man Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (9/8) mengusung te­man Membangun solidaritas mahasiswa Maluku se Jabo­detabek guna mendorong pemba­ngunan di Maluku, juga dihadiri sejumlah sesepuh masyarakat Maluku di Jakarta, diantaranya Letjen TNI (Purn) Suaidi Mara­sabessy.

Dalam sambutannya usai me­lantik pengurus IPMMA Jabo­detabek, Gubernur mengaku bangga pelantikan IPMMA dilakukan menjelang peringa­tan HUT Provinsi Maluku 19 Agustus 2017 mendatang.

“Menjaga dan mengharumkan nama Maluku bukan merupakan tanggung jawab kita semua. Bukan hanya hanya tanggungjawab pemerintah daerah, tapi juga masyarakat, termasuk para pemuda,” ujarnya.

Gubernur juga meminta agar pengurus IPMMA Jabodetabek untuk mendata ulang jumlah mahasiswa Maluku yang ada di Jakarta, disertai dengan alamat tempat tinggal yang jelas agar nantinya mudah melakukan koordinasi.

“Saya harap nanti bersama Kepala Perwakilan Maluku di Jakarta melaksanakan rapat bersama, dan IPMMA menyusun program kerja dan diusulkan kepada Pemprov Maluku. Ada tiga program kerja yang saya inginkanm dikedepankan yakni soal pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” tandasnya.

Untuk sektor Pendidikan, Gubernur menegaskan anak-anak Maluku harus pintar. “Saya tidak mau ada anak-anak Maluku yang tidak pintar.

Harus pintar karna itu sudah 60 anak Maluku yang saya berikan beasiswa dan dikuliahkan pada sejumlah universitas ternama di Indonesia diantaranya Universitas Padjajaran Bandung, dan mengambil jurusan ekologi disana, karena di Maluku ada sumber daya alam yang besar berupa gas bumi.

Dan juga ada yang dikuliahkan di Universitas Udayana di Bali untuk sekolah Pariwisata dan kembangkan sektor pariwisata di Maluku,” jelasnya.

Kedua untuk kesehatan, kata Assagaff dirinya tak ingin ada anak-anak Maluku yang tidak sehat. “Tahun ini juga program-program kesehatan bisa dijalankan, diantaranya akan ada pencanangan pembagunan Rumah Sakit Umum Pusat di Kota Ambon,” katanya.

Untuk sektor ekonomi, menurutnya, Maluku akan dibangun melalui sektor perikanan, kelautan , dan pariwisata.

Sementara itu Ketua IPMMA Jabodetabek Ahmad Latupono mengatakan pembentukan organisasi ini semata-mata bertujuan untuk bersama pemprov melaksanakan dan mengawal pembangunan di Maluku.

“Tugas utama dari mahasiswa adalah belajar dan harus jauh dari orientasi politik. Namun untuk momentum politik mendatang, kita selaku pemuda juga harus mengawal, dan kedepannya harus ada putra-putri terbaik Maluku yang duduk di kabinet,” tandas Latupono.

Latupono mengaku saat ini mahasiswa Maluku di Jakarta yang sudah didata berjumlah kurang lebih 1.500 orang.(Red)

Share this Post :