Rumah Gerakan 98 Berikan Penghargaan Kepada Para Insan Berprestasi Berdasarkan Kinerja

rwtqnshot_79KORANBOGOR.com,JAKARTA-Selain menggelar pelantikan pengurus, Rumah Gerakan 98 juga memberikan penghargaan kepada para insan yang dinilai mempunyai peranan lebih sebagai pencapaian kemerdekaan Indonesia yang ke-72.

Sekretaris jenderal Rumah Gerakan 98 Said Junaedi Rizal menuturkan dalam menyaring tokoh-tokoh yang masuk nominasi award rumah gerakan 98, pihaknya menilai berdasarkan kinerja dan prestasi.

“Delapan tokoh ini mampu untuk mendobrak kinerjanya dimasing-masing lembaga. Kemudian juga sesuai dengan program nawa citanya Presiden Jokowi,” ucapnya dalam sambutan di acara pelantikan pengurus Rumah Gerakan 98 di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Adapun para tokoh yang mendapatkan award Merawat Kebangsaan, dintaranya KH Ma’ruf Amin dengan gelar Ulama bangsa. “Beliau kami nilai sebagai ulama yang berhasil mersngkul semua golongan.

Beliau berada dibarisan terdepan menjaga kedamaian antar umat beragama ditengah situasi yang memanas belakangan ini,” ucapnya.

Selanjutnya, Jenderal Polisi Tito Karnavian dengan sebutan Polisi berani. Menurut Rumah Gerakan 98, kiprah Tito tidak diragukan lagi dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tegas bertindak dan tidak pandang bulu.

Kemudian ada Ketua KPK Agus Rahardjo dengan sebutan tokoh pemberantas korupsi. “Kasus-kasus besar yang dibongkar oleh KPK seperti e-KTP dan kasus-kasus lainnya uang membuat KPK memiliki banyak musuh. Namun beliau tidak berhenti dalam memberantas korupsi, dengan tindakan yang tidak pandang bulu,” papar Said.

Selanjutnya tokoh yang menerima award adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi, kata Said, telah membuka mata para mafia perikanan kalau Indonesia masih memiliki orang-orang yang berani melawan pencuri ikan “Untuk itu Menteri KKP Ibu Susi Pudjiastuti kita sebut Srikandi Maritim,” ujar dia.

Kemudian Ignasius Jonan yang awalnya menjabat Dirut Kereta Api. Jonan mengubah pelayanan kereta api yang awalnya berantakan dan tidak manusiawi, kini layanan kereta api kita menjadi nyaman, aman, dan profesional.

“Demikian juga beliau mengubah mental birokrasi dikementriannya menjadi profesional danbtransparan, untuk itu kami sebut Menteri ESDM Ignasius Jonan sebagai Pendobrak Birokrasi,” katanya.

Yang keenam Rumah Gerakan 98 memberikan kepada Imam Nahrawi sebagai pemuda pengawal bangsa. Mereka melihat langkahnya berani dan penuh terobosan. Menpora pernah membekukan dan mereformasi PSSI.

Dua tokoh terakhir yang diberikan award Merawat Kebangsaan adalah Menristekdikti Muhammad Nasir sebagai tokoh Penegak Pancasila dan Mendikbud Muhadjir Effendi sebagai tokoh Pendidik Nilai Pancasila.

“Keduanya mengeluarkan kebijakan yang cukup berani dibidang pendidikan agr para siswa dsri tingkat TK hingga mashasiswa saat ini kembali mengenal dan memaknai pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi keutuhan Republik Indonesia,” Pungkas, Said. (Red)

Share this Post :