Operasi Gabungan,Hari Ini Kendaraan Bermotor Berotator Di Razia

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Pengendara mobil pribadi yang menggunakan rotator atau lampu isyarat banyak dijumpai di jalanan. Untuk menertibkan hal itu, polisi bersama aparat penegak hukum lainnya akan menggelar operasi.

“Operasi Gabungan yang melibatkan Ditlantas, POM TNI, Dishub dengan sasaran Kendaraan bermotor yang dipasang lampu isyarat (rotator) dan/atau sirene tanpa hak akan segera dilaksanakan dari tanggal 11 Oktober-11 November 2017,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto , Rabu (11/10/2017).

Perlu diketahui, lampu isyarat, rotator atau sirine hanya boleh digunakan untuk kendaraan petugas berwenang. Ketentuan penggunaan strobo/lampu isyarat/sirine dan rotator tertuang Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 59, sebagai berikut:

Pasal 59 ayat (2) lampu isyarat sebagaimana dimaksud terdiri (merah, biru dan kuning).
Lampu isyarat warna merah atau biru berfungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki hak utama.

Pasal 59 ayat (4) lampu isyarat warna kuning sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan lain.

Ada pun ketentuan pengguna lampu isyarat dan sirine tertuang dalam Pasal 59 ayat (5) adalah sebagai berikut:

a. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Ranmor petugas Kepolisian Negara RI.

b. Lampu isyarat warna merah & sirene digunakan : Ranmor tahanan , Pengawalan TNI, pemadam kebakaran , ambulance , palang merah , rescue dan Jenazah

c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk patroli Jalan Tol, pengawas sarana prasarana lalu lintas & angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan dan angkutan barang khusus.

“Kendaraan bermotor yg dipasang lampu isyarat (rotator) dan / atau sirene tanpa hak, melanggar pasal 287 ayat ( 4 ) Jo pasal 59 dan pasal 106 ayat 4 huruf f atau pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu,” ujar Budiyanto. (Red)

Share this Post :