BNNP Jateng Gagalkan Peredaran Ganja Seberat 10,68 Kg Antar Pulau

KORANBOGOR.Com,SEMARANG-Dua orang pengedar ganja lintas pulau yang dikendalikan melalui Lembaga Pemasyarakatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur berhasil di tangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng . Dalam penangkapan di Kantor Pos Semarang Jalan Imam Barjo, petugas berhasil mengamankan barang bukti 20 bungkus ganja seberat 10,68 Kg yang diselipkan di dalam kopi Gayo.

Brigjen Pol Tri Agus Heru P, Kepala BNNP Jateng,dalam rilis kasus di Kantor BNNP Jateng Kamis (12/10/2017),mengatakan penangkapan tersebut dilakukan jajaranya pada hari Senin (9/10/2017) sekitar pukul 08.00 di Kantor Pos Jalan Imam Barjo Semarang.

Saat ditangkap ke dua pelaku bernama Moh Saddam Husein (29) warga Dsn.Bukaan RT.22 RW 5 Ds Keling Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri Jatim dan Suriyanto (25) warga Ds Morotanjek, kec Singosari, Kab Malang Jatim sedang di dalam sebuah taxi sambil membawa tas yang berisi ganja,kata Tri Agus.

Tri Agus menjelaskan,Setelah di lakukan pembukaan terhadap dua paket tersebut seberat masing-masing 20 Kg,di dalamnya berisi 20 bungkus kopi hitam.

Setelah di buka bungkus kopi tersebut,di dalamnya terdapat paket ganja kering yang sudah di pres dengan berat masing-masing sekitar 500 gram.Jadi total ganja yang di selundupkan di dalam kopi tersebut setelah di lakukan penimbangan sekitar 10,68 Kg bruto,jelas Tri Agus.

Tri Agus menambahkan,sebelum kami tangkap di kantor Pos jajaran kami sudah mengawasi alamat di sebuah salon kecantikan di Jalan Mayjen Sutoyo di Semarang Tengah yang merupakan alamat tujuan barang.

Penerimanya atas nama Rosdiana Ikawati yang diduga sengaja dipalsukan untuk mengelabuhi petugas,imbuh Tri Agus.

Dari penelusuran petugas ternyata pengirim barang berasal oleh seseorang bernama Irwandi warga kp.Melala kecamatan Takengon, Aceh melalui kantor Pos Lhokseumawe.

Dari pengakuan keduanya barang tersebut merupakan pesanan dari Agus Santosa yang saat ini masih mendekam di Lapas Porong Sidoarjo.

Saat petugas BNNP Jateng menyambangi Lapas Porong Sidoarjo Agus Santoso menyebut bahwa dirinya memesan dari Teuku Wan yang selanjutnya akan dikirin ke Bali kepada seorang bernama Ketut yang saat ini masih didalami petugas.

Sementara itu dari keterangan Moh Saddam Husein mengatakan bahwa dirinya mengetahui barang yang diambil di kantor pos adalah ganja dari Aceh. Saddam Husein mau mengambilkan lantaran tergiur upah yang dijanjikan oleh Agus walaupun jumlah upah belum disepakati,kata Saddam Husein.

Moh Saddam menuturkan,Kami bertiga saling kenal saat sama sama menjalani hukuman di Lapas Malang. Jadi saya belum ada persetujuan masalah kesepakatan harga, karena sudah saling kenal,tutur Saddam.

Sebelumnya Saddam Husein dan Suriyanto berangkat dari Kediri pada hari minggu (8/11/2017) menggunakan bus, sesampainya di Semarang mereka berdua langsung menuju kantor Pos di Jalan Imam Barjo Semarang.

Sadam sendiri sebelumnya ditahan atas kasus penadahan hasil curian sedangkan Suriyanto mendekam di tahanan atas kasus Penganiayaan berat.( VIT )

Share this Post :