Prodi S1 Kesehatan Masyarakat UMKT Menimba Ilmu di Yogyakarta

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA- Sebanyak 108 mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) ikuti pelatihan komunikasi publik dan advokasi dalam promosi kesehatan di Bulaksumur Hall Hotel UC UGM Yogyakarta, Kamis(12/10).

Kegiatan kerjasama antara Prodi S1 Kesehatan Masyarakat UMKT dan Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK UGM ini, menjadi salah satu kompetensi utama bagi mahasiswa yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat.

“Ketika nantinya terjun di dalam dunia profesi mereka akan bertemu berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang yang beragam,” papar Sri Sunarti, SKM, MPH, Kaprodi S1 Kesehatan Masyarakat UMKT.

Dan, untuk membekali kemampuan public speaking kepada mahasiswa, Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengadakan pelatihan komunikasi publik.

Menurut Sri Sunarti, pelatihan ini rutin diadakan setiap tahunnya. “Namun baru kali ini diadakan di luar Kalimantan Timur dan bekerjasama dengan UGM,” terang Sri Sunarti.

Adapun tujuan kegiatan ini agar mahasiswa memiliki kompetensi public speaking.

“Faktor komunikasi ini sangat penting karena sasaran mereka adalah masyarakat itu sendiri sejak dari anak-anak hingga orang tua,” kata Sri Sunarti yang menambahkan tidak semua orang peduli terhadap kesehatan. “Terutama yang bermukim di daerah pinggiran.”

Selain Dra RA Yayi Suryo Prabandari, MSi, PhD selaku master of training, materi juga disampaikan Dra Jusniar Dwi R, Psi, Tutik Istiyani, SSos, dan Riadni Rahmawati, STP.

Ceramah interaktif tentang konsep terkini promosi kesehatan disampaikan dr Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH, PhD, dasar dan prinsip komunikasi interpersonal (Dra RA Yayi SP, MSi, PhD), prinsip dan tahapan advokasi (Dr Supriyati, SSos, MKes), penyusunan policy brief (Dr Dra Retna Siwi Padmawati, MA).

Dalam kegiatan ini, mereka tidak sekadar dilatih kemampuan komunikasi publik secara umum, juga ada diskusi kelompok tentang persiapan advokasi dan komunikasi publik, bermain peran, simulasi, presentasi demonstrasi advokasi dan komunikasi publik, refleksi latihan dan postest.

Selain itu, yang membedakan, ada juga materi yang sarat muatan ke-Muhammadiyahan sebagai cirikhas.

“Termasuk mengenai nilai kejujuran dan amanah yang perlu ditanamkan kepada generasi muda,” papar Sri Sunarti, yang menambahkan ketika lulus nanti mereka akan membawa bendera Muhammadiyah.

Diharapkan, setelah lulus nanti mereka bisa mengedukasi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pinggiran Kalimantan Timur, tentang pentingnya menjaga kesehatan.

“Selama ini, jarang yang bersedia ditempatkan di kawasan pinggiran,” tandas Sri Sunarti yang menambahkan masyarakat di daerah itu sangat membutuhkan bantuan tenaga kesehatan.

Bagi Sri Sunarti, komunikasi handal adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang sarjana kesehatan masyarakat.

“Dan seorang sarjana kesehatan masyarakat harus mampu melakukan promosi kesehatan kepada semua level masyarakat,” terang Sri Sunarti yang menambahkan termasuk melakukan advokasi pada stakeholder dan para pemangku kebijakan.

Peserta pelatihan yang rata-rata duduk pada semester tujuh, meningkatkan kemampuan dan pengalaman dalam melakukan promosi dan advokasi kesehatan. (Red/Affan)

 

Share this Post :