Unair ke Final via Adu Penalti

KORANBOGOR.com,MALANG-Universitas Airlangga (Unair) menang di laga semifinalnya melawan Universitas Surabaya (Ubaya) usai adu penalti. Laga semifinal di hari kedelapan, Kamis (12/10), LIMA Futsal: McDonald’s East Java Conference 2017 ini berakhir dengan kemenangan Unair 5-4 atas Ubaya.

Sengitnya pertandingan terlihat dari serangan-serangan yang dilancarkan kedua tim. Ketatnya pertahanan masing-masing tim membuat gol baru tercipta pada menit ke-16. Saga (15) berhasil menyarangkan gol di gawang Unair. Hingga babak pertama usai, Unair belum berhasil menciptakan gol. Skor sementara 1-0 untuk Ubaya.

Unair langsung membalas di babak kedua. Gol cepat Nucky (9) pada menit ke-22 menyeimbangkan kedudukan. Saling serang pun kembali terjadi. Panasnya laga membuat Saga harus menerima kartu kuning karena pelanggaran yang telah ia buat pada menit ke-28. Pada menit ke-32, Rico (9) kembali memperbesar selisih gol timnya atas Unair. Usai gol kedua Ubaya itu, Saga kembali menerima kartu kuning kedua yang mengantarkannya keluar lapangan.

Ubaya kini bermain dengan empat pemain. Dengan kelebihan jumlah pemain, Unair lebih menggencarkan serangannya ke arah pertahanan Ubaya. Akhirnya Unair dapat mengimbangi Ubaya melalui sepakan Rio (14) pada menit ke-36. Hingga akhir babak kedua, skor masih imbang 2-2. Babak tambahan pun diberikan wasit.

Di babak tambahan pertama, kedua tim belum mampu menciptakan satu gol pun. Babak tambahan kedua juga tidak membuahkan hasil. Adu penalti pun menjadi penentu hasil laga.

Tendangan penalti pertama diberikan kepada pemain UB, Arqi (7). Namun, Arqi belum mampu memanfaatkan peluang dengan baik. Unair dapat memanfaatkan tendangan penalti pertamanya lewat sepakan Fachrul (11). Reishya (14) menjadi penyelamat UB melalui tendangan penaltinya yang melewati penjagaan kiper Unair. Tendangan penalti kedua untuk Unair dieksekusi secara baik oleh Rio (14). Tendangan penalti ketiga dilakukan dengan baik oleh pemain UB bernomor punggung 9, Rico. Namun, UB belum berhasil mengungguli Unair karena tendangan penalti ketiga Unair oleh Dary (18) berhasil membuahkan gol terakhir.

“Tadi kami sempat tertinggal. Namun, karena para pemain dapat menjaga semangatnya, kami akhirnya menyamakan kedudukan. Kami bisa unggul di adu penalti, itu faktor keberuntungan. Di final nanti, kami akan tetap memaksimalkan apa yang ada. Target kami ingin lolos ke Nationals,” ujar Rizki Febrianto, asisten pelatih Unair.

 

Share this Post :