Analisis Kesulitan Belajar Menghitung pada Mata Pelajaran Matematika

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan disetiap jenjang sekolah, baik tingkat SD, tingkat menengah pertama, tingkat menengah atas, maupun tingkat perguruan tinggi. Dalam belajar matematika harus bisa berkosentrasi, meningkatkan kemampuan berfikir secara rasional. 

Prestasi yang rendah merupakan bukti adanya kesulitan dalam diri siswa, guru seharusnya bisa memahami kesulitan belajar yang dimiliki oleh anak didiknya dan memberikan cara untuk membantu menyelesaikan permasalahan belajar yang dialami siswa.

           Dari berbagai bidang studi yang diajarkan disekolah, matematika merupakan bidang studi yang dianggap paling sulit oleh para siswa, baik yang tidak berkesulitan belajar dan lebih-lebih bagi siswa yang berkesulitan belajar. (Abdurrahman, 2010 : 252)

           Kesulitan atau kendala yang dialami siswa dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa, misalnya minat, bakat, motivasi, intelegensi dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa, misalnya lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. 

          Kesulitan siswa dalam belajar menghitung sangat menentukan sejauh mana keberhasilan yang harus dicapai pada mata pelajaran matematika. Kesulitan belajar siswa akan berdampak pada prestasi belajar siswa karena untuk memperoleh prestasi yang tinggi dapat diperoleh dari kemampuan belajar disekolah maupun diluar sekolah dengan usaha siswa dalam belajar. Dalam memahami kesulitan belajar siswa dalam pelajaran matematika penting bagi guru dijadikan masukan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dikelas. 

 Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan menimbulkan gejala kesulitan belajar. Beberapa gejala tersebut antara lain sebagai berikut : 

  1. Peserta didik menunjukkan hasil belajar yang rendah
  2.  Hasil  belajar yang dicapai peserta didik tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Usaha yang keras telah dilakukan oleh peserta didik yang masih terlalu rendah
  3.  Lambat dalam belajar melakukan tugas dengan teman selalu tertinggal dalam menyelesaikan tugasnya ( Waktiri, 2000 : 85-86).

          Guru hendaknya bisa memilih strategi atau model pembelajaran yang tepat dan sesuai  kebutuhan siswa, agar siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam belajar. Karena proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil kemampuan siswa. Oleh sebab itu diperlukan suatu pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa. (Red/Neli Agustina)