DAMPAK COVID-19 TERHADAP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR (SD

Bogor Now Kampus Kita

Oleh : Ovilia Dian Wisdayanti

KORANBOGOR.COM,YOGYAKARTA-Di indonesia ini sedang di hebohkan dengan adanya virus corona atau yang biasanya di sebut dengan (Covid-19).

Covid-19 di indonesia ini sangat berdampak pada seluruh masyarakat di indonesia ,segala kegiatan di luar ruangan di tunda sementara waktu demi mengurangi penyebaran Covid-19 yang semakin hari semakin bertambah. Seluruh warga di dunia terganggu tanpa kecuali adalah pendidikan.

Banyak negara memutuskan untuk menutup sekolah sementara waktu , dari taman kanak- kanak, sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggidi indonesia.

Pandemi covid-19 ini memang benar-benar secara tiba-tiba dan cukup mengagetkan seluruh indonesia dan pemerintah di Indonesia harus mengambil keputusan yang pahit menutup sekolah untuk mengurangi kontak orang-orang terdekat.

Dan proses belajar di laksanakan di rumah melalui pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh terutama pembelajaran di Sekolah dasar (SD)

Dengan ini maka pembelajaran daring siswa SD memiliki keleluasaan waktu belajar dirumah dapat kapan pun dan di manapun tapi jangan lupa harus tetap di dampingi dan di awasi orang tua yang ada dirumah.

Siswa juga bisa berinteraksi atau berkomunikasi dengan guru dengan mengunakan beberapa aplikasi yang sering di gunakan untuk pembelajaran jarak jauh/daring ini yaitu seperti : zoom,classroom,maupun via grub whatshap dan masih banyak aplikasi lainya.

Dan selain itu siswa (SD) dapat menggunakan sumber belajar yang ada yaitu buku yang sempat di pinjamkan oleh sekolah untuk di bawa pulang. dan ada juga hambatan- hambatan dalam pembelajaran daring antara nya adalah:

1.Sarana dan prasarana yang kurang memadai Perangkat pendukung teknologi jelas mahal,kesejahteraan guru maupun muridnya yang membatasi mereka dari serba terbatas dalam menikmati sarana dan prasarana teknologi informasi yang sangat diperlukan dengan musibah Covid-19 ini.

  1. Akses internet yang terbatasJaringan internet yang masih belum merata di pelosok negeri ini. Dan askes internet (kuota) yang terbilang tidak murah tidak semua lembaga pendidikan baik Sekolah dasar(SD) ini dapat menikmati internet dengan lancar. Jika ada pun jaringan internet
    kondisinya masih belum mampu mengkover media daring atau susah sinyal.
  2. Kurang siapnya penyediaan anggaran

Biaya juga dapat menghambat ketika mereka menggunakan kuota internet untuk memenuhi kebutuhan media daring, maka jelas mereka tidak sanggup membayarnya atau orang tua wali murid merasa terbebani untuk siswa sekolah dasar (SD).

Kebijakan belajar di rumah ini pada pendidikan jelas menyebabkan gangguan yang cukup besar dan pengaruh yang sangat berdampak pada siswa SD karna siswa SD dalam usia pertumbuhan ini dia sekarang sedang asik-asik nya bermain dengan teman dan bahkan mendapatkan teman baru.

Dan seperti pembelajaran siswa khusus nya siswa SD dapat menganggu dalam penilaian,keaktifakn belajar,dan bisa juga gangguan peluang mendapatkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi yaitu tingkat menengah
(SMP).