Menanamkan Sikap Toleransi Sejak Dini Di Sekolah Dasar

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Hidup di dalam negara dengan banyaknya keanekaragaman suku, budaya, agama maupun ras, membuat semua orang harus memiliki toleransi terhadap satu sama lain.

Dengan menanamkan sikap toleransi kepada anak sejak dini yang diharapkan agar bisa memahami dan menghargai orang lain ataupun satu sama lain. Tentu saja hal ini penting sebagai modal untuk bersosialisasi dalam lingkungan yang sangat beragam.

Tidak mudah untuk mengajarkan sikap toleransi kepada anak. Namun dengan berbagai cara yang ada maka perlahan-lahan bisa untuk memperkenalkan sikap bertoleransi .

Toleransi sendiri adalah hubungan saling membantu, mendukung dan menghargai antara kelompok satu dan lainnya.

Dengan ini upaya guru untuk menumbuhkan sikap toleransi pada anak di sekolah dasar adalah dengan cara mengajarkan, membiasakan dan mencontohkan anak untuk bersikap toleransi misalkan melalui kegiatan rutin.

Dalam kegiatan rutin ini, siswa dibiasakan untuk berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing, bersalaman dengan guru ketika berjumpa disekolah, berbicara dengan sopan santun dan membiasakan siswa untuk piket bersama sebelum pulang sekolah.

Melalui kegiatan rutin ini, siswa dibiasakan untuk belajar bersikap toleransi terhadap warga sekolah. Lama-kelamaan sikap toleransi yang dipelajari melalui kegiatan rutin akan membentuk kestabilan dalam diri siswa dan akhirnya akan tertanam dalam diri siswa.

Bersikap baik dan saling menghormati orang lain dengan baik tanpa memandang usia, agama, ras dan budaya. Toleransi dan bersikap sopan itu tidak hanya untuk menghormati orang yang bebeda agama, tetapi juga terhadap orang yang berbeda status sosial ekonomi berbeda ataupun kelompok yang berbeda.

Upaya lain yang dapat dilakukan guru untuk menanmkan sikap bertoleransi dengan membimbing siswa melihat persamaan.

Guru menyampaikan bahwa setiap anak sama-sama memiliki potensi masing-masing. Dalam pembelajaran siswa diajak untuk mencari persamaan apabila terdapat pendapat yang berbeda dari siswa. Guru mengajak siswa untuk berfikir dari sudut pandang yang sama.

Toleransi menghargai perbedaan semacam ini memang mudah diucapkan, tetapi tidak mudah dijalankan. Memperkenalkan toleransi pada anak-anak alan membentuk karakter yang terbuka dan berempati pada sekitarnya.

Tidak hanya itu, anak-anak juga akan mengerti bagaimana menghargai  dan bertanggung jawab. Ini merupakan modal utama bagi anak untuk bisa mencintai hidup yang dijalaninya.

Namun masih ada beberapa yang bisa dilakukan untuk membantu siswa memahami akan pentingya toleransi.

Yang pertama bercerita, luangkan waktu untuk membacakan buku cerita kepadanya, jadikan toleransi sebagai salah satu topik harian karena membentuk karakter yang bisa bertoleransi butuh waktu dan proses. Awali dengan konsep menghargai dan mengrnal perbedaaan.

Yang kedua mengenalkan daerah Indonesia, memberitahu anak bahwa Indonesia terdiri dari 32 provinsi,setiap provinsi memiliki keberagaman bahasa, adat istiadat, lagu,makanan tradisional, tarian, pakaian adat. Ini bisa dilakukan melalui bacaan yang mengangkat tema mengenai toleransi dan multikultural.

Indonesia akan menjadi negeri yang paling nyaman di dunia untuk ditinggali apabila beberapa hal cara tersebut dilakukan. (Red/

Red/Dona Mifa PrakosoStatus : Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.)