Kemendag Awasi Ketat Transaksi Daring Dan Konvensional

Nusantara

KORANBOGOR.com, JAKARTA, — Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Veri Anggrijono mengatakan Kementerian Perdagangan mencatat sepanjang Januari-Oktober 2020 telah menjaring 194 pedagang alat kesehatan berkualitas rendah, & 143 pedagang bahan pangan di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Ke-337 pelaku usaha daring itu diberi sanksi penutupan (takedown) akun, serta menghilangkan tautan (link) dari toko daring (merchant),” Dirjen Veri Anggrijono usai mendampingi Mendag Agus Suparmanto Live di salah satu TV Nasional sekaitan puncak Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020, Jumat (6.11/20).
.
Dirjen Veri Anggrijono mengakui adanya perubahan model pengawasan sebagau dampak tren perubahan transaksi perdagangan dari konvensional atau secara langsung antara pedagang (pelaku usaha) dengan pembeli (konsumen) menjadi transaksi daring.

“Kami juga telah membangun aplikasi sistem informasi yang menyediakan saluran pengaduan konsumen agar dapat diakses masyarakat. Disamping saluran pengaduan melalui surat elektronik, aplikasi mobile WhatsApp, dan dimungkinkan bisa datang langsung ke Kemendag.”

Negara Hadir
Untuk itulah Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengajak masyarakat untuk memahami hak-hak nya sebagai konsumen yang dilindungi negara Cq Ditjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kemendag.

“Ditjen PKTN telah diberi wewenang undang-undang untuk mengawasi transaksi perdagangan melalui sistem elektronik, juga konvensional, sekaligus penegakan hukum,” ujarnya saat puncak Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020, Jumat (6.11/20).

Dijelaskannya, pengawasan bukan hanya terhadap barang/jasa bergantung kualitasnya tetapi juga pertanggungjawaban dari pelaku usaha & kepatuhan terhadap ketentuan.

Seperti kewajiban memberikan data & informasi yang jelas mengenai barang/jasa yang diperdagangkan.

Pengaduan
Di tempat sama Direktur Pemberdayaan Konsumen Ditjen PKTN Kemendag, Ivan Fithriyanto, menyatakan sepanjang Triwulan III 2020 menerima 615 pengaduan konsumen dengan jenis perdagangan melalui sistem elektronik, perumahan, alat komunikasi & kendaraan bermotor.

Terbanyak sektor perdagangan bersistem elektronik serta perumahan/properti.

“Dari jumlah itu 70% kasus di antaranya terselesaikan, sedangkan sisanya masih proses penyelesaian,”:ujar Direktur Ivan Fithriyanto di sela-sela mempersiapkan puncak Harkonas 2020.

Khusus perdagangan elektronik, sambung Direktur Ivan, tercatat 356 pengaduan dengan alasan pembelian barang tidak sesuai perjanjian, barang tidak datang/rusak, pembatalan sepihak oleh pedagang, bahkan penipuan.

Penyaji : Iksan