Utoh BPJamsostek Tanggapi Benny BP2MI Soal Premi Pekerja Migran

Nusantara

KORANBOGOR.com, JAKARTA, — Deputi Direktur Humas & Antar-Lembaga Badan Pengelola Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek d/h BPJS Ketenagakerjaan), Irvansyah Utoh Banja, mengatakan institusinya telah ditunjuk sebagai badan pelaksana untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Perlindungan JKK dan JKM, katanya, mencakup risiko- risiko yang sering dihadapi oleh pekerja migran dan manfaat lain seperti risiko gagal berangkat, manfaat beasiswa untuk 2 anak, bantuan akibat PHK, biaya pemulangan, pelatihan vokasi, biaya perawatan akibat kekerasan/ pemerkosaan dan lain sebagainya.

“Jadi, perlindungan JKK & JKM itu bukan sebatas terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian semata, sesuai UU nomor 18 tahun 2017 dan aturan turunannya,’ ungkap Utoh Banja, setelah mengecek konfirmasi kepada Media melalui perangkat seluler, Kamis (20.8/20).

Untuk itu, ia menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) untuk memastikan perlindungan tersebut berjalan dengan optimal sesuai ketentuan di lapangan.

Sebelumnya, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengungkapkan kegeramannya bahwa pekerja migran hanya diberi perlindungan JKK & JKM dengan premi Rp 400.000/orang sementara konsorsium asuransi sebelumnya memberi 15 item perlindungan pra-berangkat, penempatan, dan purna.

“Kalau tidak berpihak kepada pekerja migran, pasti, kami akan katakan Goodbye BPJamsostek. Padahal kami tengah berperang dengan sindikat yang mengeksploitasi pekerja migran sebagai pahlawan devisa,” tandas politikus Partai Hanura itu, usai membentuk Satgas Pemberantasan Pengiriman Pekerja Migran (d/h. TKI) ilegal bertema Memerdekakan Pekerja Migran Indonesia Menuju Indonesia Maju di kantornya Jakarta, Senin (17.8/20).

BPJamsostek mencatat sepanjang tahun lalu telah melindungi 544,5 ribu pekerja migran dengan iuran terkumpul Rp 101,8 milyar. Hingga tahun 2019, total pekerja yang di-kover BPJamsostek mencapai 55,2 juta peserta atau mencakup 60,7% dari seluruh pekerja Indonesia sebagai peserta terdaftar.

Penyaji : Iksan