Keroyok Anggota TNI,Dua Anggota Klub Harley Resmi jadi Tersangka

Bogor Now Hukum Politik

KORANBOGOR.com,BUKITTINGGI-Polisi menetapkan dua anggota klub Harley-Davidson Owner Group jadi tersangka pengeroyokan dua prajurit TNI di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Polisi telah menahan kedua tersangka tersebut di Polres Bukittingi. “Dua orang sudah kami tahan inisial MS, 49 dan BS, 18.

Untuk anggota Klub Harley lainnya masih dalam proses pemeriksaan,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10).

Kedua tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan. Keduanya diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun terkait kekerasan mengakibatkan luka-luka atau paling lama sembilan tahun terkait kekerasan yang mengakibatkan luka berat.

“Keduanya saat ini sudah dilakukan penahanan di rutan polres, dipersangkakan Pasal 170 KUHP,” ujar Dody. Lebih lanjut, dua prajurit TNI, yakni Serda Mistari dan Serda Yusuf kini dirawat di Rumah Sakit Tentara Tingkat 4 Bukittingi.

Mistari mengalami luka bibir pecah dan kepala bengkak-bengkak. Sementara Yusuf mengalami kepala bengkak akibat diinjak, leher sakit, dan perut memar.

Sebelumnya, beredar di media sosial yang menunjukkan video pengeroyokan oleh rombongan klub Harley-Davidson terhadap dua prajurit TNI, pada Jumat (30/10), sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu kedua prajurit TNI ini tengah melintas di Jalan Hamka, Guguk Panjang, Bukittinggi.

Saat itu, ada rombongan konvoi motor Harley yang tertinggal dan mengendarai motor secara arogan hingga membuat sepeda motor yang dikendarai dua prajurit TNI oleng dan keluar bahu jalan.

Lalu, klub motor dan prajurit TNI itu terlibat keributan yang akhirnya terjadi pemukulan terhadap kedua prajurit TNI yang berdinas di Kodim 0304/Agam itu.

Terlihat prajurit TNI itu dikeroyok meski telah dileraikan warga sekitar. Rombongan klub Harley itu telah meminta maaf, tetapi proses hukumnya akan tetap dilanjutkan. (red)