Menkopolhukam : Jurnalis Itu Mitra Kerja,Jangan Dianggap Musuh !

Bogor Now Hukum Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengingatkan tidak boleh  berlanjut kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan oleh oknum anggota polisi. Sebab, profesi jurnalis bukanlah musuh. Melainkan mitra kerja.

“Kita berharap pekerjaan jurnalis jangan diganggu,” ujar Mahfud MD dalam akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd, Sabtu (3/4/2021). Dia mengingatkan siapa yang mengganggu jurnalis berarti dia punya kesalahan yang ingin ditutupi atau ingin menutupi kesalahan orang lain.

“Kalau ingin cari kebenaran biarkan jurnalis bekerja.  Jurnalis mencari kebenaran dan pemerintah harus memberikan perlindungan,” ujarnya.

Statement Menkopolhukam Mahfud MD ini merespons masih adanya tindak kekerasan yang dialami seorang jurnalis. “Jurnalis bukanlah musuh, tapi teman untuk mempercepat pengungkapan kasus,” katanya.

Sederet kasus menimpa jurnalis. Sebutlah jurnalis Nurhadi. Dia menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum polisi saat melakukan kerja jurnalistik.

Kekerasan terhadapnya terjadi saat dia melakukan reportase terkait Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji dalam kasus suap pajak yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, juga diserang sekelompok orang tak dikenal,  Minggu (19/07/2020). Akibat penyerangan itu, pintu gerbang masuk Kantor PWI Riau dirusak dan dirubuhkan oleh pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih 50 orang.

Tak hanya itu, Security Kantor PWI Riau, Ucok Oskar Delahoya Marbun, tak luput menjadi sasaran penyerangan hingga dianiaya sampai mengalami luka pada bagian kepala akibat dipukul pakai benda tumpul oleh pelaku.

Balai Wartawan Provinsi Sulut juga menjadi korban pengrusakan oleh orang tak dikenal. Baik kursi, meja dan atribut ucapan selamat konferensi Sulut 2021 juga disobek-sobek dengan pisau.

Sementara meja kaca di ruang tamu hancur berantakan. Bahkan pisau yang diduga digunakan oleh pelaku ditinggalkan di kantor PWI setempat.

Menanggapi kejadian yang memprihatinkan itu Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari menyatakan keprihatinan atas pengrusakan yang terjadi di gedung tiga lantai tersebut. Namun dia mengimbau kepada seluruh anggota PWI Sulut agar jangan terpancing dan dapat menahan diri.

“Apakah kasus ini masih berkaitan dengan konferensi Pemilihan Ketua PWI Sulut atau tidak, kasus ini kita serahkan ke Polda Sulut. Apalagi sudah dilaporkan PWI ke Polda Sulut. Saya yakin Polda sulut dapat menyelesaikan kasus ini dengan profesional dan proposional,” kata Atal.

Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana melalui Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan laporan atau pengaduan pengrusakan Balai Wartawan PWI Provinsi Sulut tersebut.

“Benar laporan dugaan pengrusakan di Balai Wartawan PWI Sulut sudah dilaporkan oleh pelapor dan akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Perkembangan selanjutnya kasus tersebut, kita tunggu saja,” kata Jules Abraham Abast. ***