Maraknya Klitih Yang Dilakukan Oleh Pelajar Di Yogyakarta

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Klitih dalam bahasa jawa berartikan mencari angin di luar rumah atau keluyuran ,arti dari klitih sendiri merupakan kejahatan dengan menggunakan senjata yang dilakukan oleh sekumpulan para remaja untuk melukai seseorang targetnya baik geng lain maupun masyarakat awam, yang biasa dilakukan pada malam hari dan di tempat yang sepi.

Dahulu klitih dilakukan oleh dua geng legendaris yang ada di Jogja pada tahun 1980-an dan 1990 yang bernama QZRUH DAN JOXZIN .

QZRUH merupakan singkatan dari Q-ta zuks ribut untuk hiburan yang sering disebut cah Qezer yang menguasai bagian kawasan Utara Yogya dan JOXZIN merupakan singkatan  Joxo Zinthing atau pojok benzin biasa dikenal dengan JXZ ATAU CAH 14 yang menguasai kawasan Selatan Yogya mereka biasa unjuk diri di jalan dengan konvoi saat berlangsungnya acara politik.

Semakin berkembangnya jaman Klitih seperti menjadi hal yang terus di lakukan menjadi tradisi mirisnya lagi makin banyaknya pelajar yang dibawah umur  yang melakukan Klitih tidak hanya pelajar SMJ atau SMA namun juga dilaakukan oleh pelajar SMP di Yogya

Klitih lebih banyak terjadi di malam hari di tempat- tempat, serta jalan yang sepi banyaknya modus yang dilakukan oleh para pengklitih sering kali menyerang dengan mengikuti dari belakang ataupun dengan  menyerang dengan menghadang di jalan targetnya atau pun dengan berpura pura bertanya.

Banyak tempat yang pernah menjadi lokasi Klitih yang dilakukan oleh pelajar di Yogya salah satunya yang belum lama terjadi di Balirejo dekat SGM Yogyakarta pada tanggal 10 November korban bernama Awan salah satu mahasiswa di Universitas Sarjana Wiyata yang terkena luka bacok . Setelah adanya informasi dari pembacokan tersebut Polsek Umbulharjo Yogyakarta menyelidiki kasus ini setelah di usut kepolisian pun menangkap tiga pelajar ditetapkan sebagai tersangka yakni pelajar SMP di Banguntapan, Bantul. 

Juga baru-baru ini terjadi di Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta yang terjadi pada 1 Desember  yang dilakukan oleh pelajar SMP yang tergabung dalam geng yang melakukan Klitih menggunakan pedang korban bernama Mohammad (18) pelajar tersebut mengejar dan membacok korban di jalan Ireda korban terluka dan dilarikan ke RS Dr Sardjito.

Motif penyebab SMP tersebut melakukan Klitih dikarenakan motor korban dianggap menghalang halangi jalan pelaku korban sempat bertanya kepada pelaku lalu pelaku membacok kepala dan melukai tangan korban

Maka dari itu peran orang tua sangat penting dalam pembentukan sikap dan tingkah laku anak apalagi saat beranajak dewasa dalam pembentukan pribadi anak yang patut diawasi dalam pergaulan serta kegiatan yang dilakukan oleh anak .karena dapat berpengaruh kepada sikap anak dan sebagai orang tua kita tidak mencontohkan kekerasan kepada anak karena anak dapat mencontoh perilaku orang tua lakukan.

Juga pihak berwajib dapat melakukan sosialisasi terhadap pelajar bahayanya menjadi pelaku Klitih dan cara mengantisipasi kejahatan Klitih bahayanya dan dapat merusak generasi penerus bangsa dan menjadikan daerah menjadi aman dan nyaman sebagai logo Jogja,Berhati,Nyaman.

(Red/penulis: Dwi Mulyani, Nim : 2018015290, Status: Mahasiswa PGSD Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )