MAHASISWA PPG UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA (UST)MELAKUKAN PENGABDIAN MASYARAKAT PELATIHAN PEMANFAATAN BUAH PEPAYA DI SLEMAN

Harus Baca

KORANBOGOR.com,SLEMAN-Dosen dan mahasiswa PPG Pra-jabatan Gelombang 1 TA 2023 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa melakukan pelatihan pemanfaatan buah pepaya bersama PKK Dusun Kaweden Desa Tirtoadi,Kecamatan Mlati,Kabupaten Sleman (1/5/2024)

Pohon buah pepaya hidup subur di pekarangan rumah warga sehingga sangat cocok dimanfaatkan menjadi produk olahan yang berbeda agar bertahan lebih lama dan memiliki cita rasa yang berbeda.

Guna meningkatkan added value dan daya saing pepaya inferior dari segi
ekonomi dapat dilakukan alternative seperti diversifikasi olahan pangan dengan bahan baku buah pepaya, sehingga menghasilkan produk bernilai jual dengan pengemasan yang menarik.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota PKK Dusun Kaweden, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UST Ibu Retno Utaminingsih,S.Pd.,M.Pd.Si dan Mahasiswa PPG Prajabatan UST.

Ibu Purwanti selaku ketua PKK Dusun Kaweden sangat mendukung program kegiatan dari mahasiswa PPG UST Yogyakarta melakukan kegiatan pelatihan pemanfaatan buah pepaya menurutnya kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan meningkatkan kreativitas dan inovasi untuk ibu rumah tangga.

Retno Utaminingsih menyampaikan pelatihan pemanfaatan buah pepaya menjadi permen dan nugget bukan hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat, pendidikan, pemberdayaan lokal, dan perlindungan lingkungan.

Keberlanjutan kegiatan semacam ini dapat menjadi model bagi upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berkelanjutan di daerah-daerah lain.

Dalam pelatihan pembuatan permen dan nuget dari buah papaya, buah pepaya muda dijadikan bahan utama untuk pembuatan permen dan nugget.

Ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis melalui peningkatan nilai tambah buah pepaya, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar mereka secara kreatif dan
inovatif.

Manfaat dari pengolahan buah pepaya menjadi nugget dan permen sangat beragam, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan:

(1) Dari sisi kesehatan, pengolahan buah pepaya menjadi permen dan nugget memberikan alternatif konsumsi buah yang menyehatkan.

Pepaya kaya akan serat, vitamin C, dan antioksidan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Dengan mengkonsumsi produk olahan pepaya ini,masyarakat dapat meningkatkan asupan nutrisi mereka secara lebih menyenangkan dan kreatif.

(2) Dari sisi ekonomi,dengan meningkatkan nilai tambah buah pepaya melalui pengolahan menjadi produk olahan seperti permen dan nugget,potensiekonomi lokal dapat ditingkatkan.Produk-produk ini dapat dijual di pasar lokal maupun regional,membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat dan meningkatkan pendapatan rumah tangga.

(3) Pendidikan dan pelatihan, melalui kegiatan pelatihan seperti ini, masyarakat diajarkan keterampilan baru dalam pengolahan makanan.

Ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis tentang cara memanfaatkan bahan baku yang ada secara efektif, tetapi juga menginspirasi kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan produk- produk baru.

(4) Pemberdayaan masyarakat, dengan memberdayakan masyarakat untuk
memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar mereka, seperti buah pepaya, kegiatan ini membantu memperkuat ikatan sosial dan ekonomi di tingkat lokal.

Masyarakat merasa terlibat secara aktif dalam pengembangan produk lokal, meningkatkan rasa memiliki terhadap lingkungan dan ekonomi mereka sendiri.

(5) Pengurangan limbah, pengolahan buah pepaya menjadi permen dan nugget juga membantu dalam mengurangi pemborosan dan limbah
makanan. Pepaya yang mungkin akan terbuang bisa dimanfaatkan secara optimal, mengurangi tekanan terhadap lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah makanan.

Pada saat pelaksanaan proyek, ibu-ibu PKK di Dusun Kaweden sangat antusias dari awal sampai akhir pelaksanaan.Pada saat mahasiswa mempresentasikan materi sebelum pengerjaan proyek ibu-ibu PKK juga memiliki antusias yang tinggi, antusias tersebut terlihat pada saat sesi tanya jawab banyak ibu-ibu PKK yang bertanya dengan penuh semangat.

Dalam pelatihan tersebut buah pepaya muda menjadi produk olahan utama yang digunakan dalam pelatihan pembuatan permen dan nugget.

Pada pembuatan permen dan nugget dari bahan pepaya ibu-ibu sangat memperhatikan tahapan-demi tahapan dari awal sampai akhir produk
selesai.

Para ibu-ibu juga bergurau dengan temannya untuk mempraktikan dirumah untuk kue lebaran, dalam pembuatan permen dan nugget pepaya agar dapat memanfaatkan pepaya yang ada pekarangan mereka.

Red/ Retno Amarinda mewakiliki kelompok Projek dari mahasiswa Pendidikan Profesi Guru di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), dengan memenuhi tugas publikasi kegiatan Projek Kepemimpinan dari Prodi PPG UST,

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait