KORANBOGOR.com-BYD Dolphin baru hadir dengan berbagai peningkatan signifikan di China. Mobil listrik kompak ini mendapatkan desain lebih modern, teknologi interior yang lebih canggih, serta pengisian daya yang lebih cepat.
Namun, bagi pecinta kendaraan listrik di Indonesia, kabar kurang menyenangkan datang karena model terbaru ini belum ada kepastian kapan akan masuk ke pasar Tanah Air. Pasalnya mobil listrik kompak itu terlebih dahulu dialokasikan untuk pasar China.
Dikutip Drive, Selasa (4/3/2025), desain baru tersebut merupakan bagian dari penyegaran setelah tiga tahun di pasar. BYD Dolphin baru kini tampil lebih segar dengan desain yang mengikuti bahasa terbaru BYD. Lampu LED yang lebih ramping, bumper yang diperbarui, serta pilihan pelek 16 dan 17 inci membuat tampilannya semakin menarik.
“Di bagian belakang, tulisan Build Your Dreams kini diganti dengan logo BYD yang lebih minimalis. Sementara itu, bagian depan dibuat sedikit lebih panjang untuk meningkatkan perlindungan dalam kecelakaan, meski panjang keseluruhan justru lebih pendek 10 mm dari versi sebelumnya,” sebut Drive.
Interior juga mengalami banyak peningkatan. Layar infotainment 12,8 inci kini mendukung konektivitas 5G, sementara panel instrumen diperbesar menjadi 8,8 inci. Tata letak dashboard dan konsol tengah dirancang ulang agar lebih praktis, termasuk posisi baru untuk bantalan pengisian daya nirkabel yang kini lebih ergonomis.
Perubahan lain mencakup tuas persneling yang kini berpindah ke kolom kemudi, serta tambahan fitur pemanas dan pendingin di konsol tengah. Selain itu, pencahayaan ambient berwarna-warni di dashboard semakin memperkuat nuansa futuristik di dalam kabin.
Di China, BYD Dolphin baru kini hadir dengan tambahan opsi motor listrik bertenaga 130 kW dan torsi maksimal 290 Nm, melengkapi dua varian sebelumnya, yaitu 70 kW dan torsi maksimal 180 Nm dan 150 kW dengan torsi maksimal 310 Nm. Semua model tetap menggunakan penggerak roda depan.

Kapasitas baterai juga sedikit meningkat. Varian standar kini memiliki baterai 45,1 kWh (dari sebelumnya 44,9 kWh), sedangkan varian tertinggi tetap menggunakan 60,5 kWh. Namun, peningkatan paling signifikan ada pada sistem pengisian daya cepat (DC). Baterai kecil kini bisa mengisi daya hingga 80 kW (sebelumnya 60 kW), sementara baterai besar meningkat menjadi 110 kW (dari 80 kW).
“Hasilnya, semua varian kini dapat mengisi daya dari 30% ke 80% dalam waktu 25 menit, lebih cepat dibanding sebelumnya yang memakan waktu 30 menit,” jelas Drive.
Meskipun demikian, pengisian daya AC tetap dibatasi di angka 7 kW untuk semua varian, dan jangkauan tempuh masih sama. Dalam pengujian CLTC di China, varian 45,1 kWh mampu menempuh 420 km, sementara varian 60,5 kWh memiliki jarak tempuh hingga 520 km.
BYD Dolphin baru juga lebih senyap dengan optimasi di berbagai aspek yang menekan kebisingan dan getaran hingga setara dengan suasana di dalam bioskop. Selain itu, sistem listriknya kini lebih efisien berkat pompa panas yang ukurannya 15% lebih kecil tetapi 10% lebih efektif.
Salah satu fitur unggulan terbaru adalah sistem semi-otonom “God’s Eye“, yang menggunakan 29 sensor, termasuk 12 kamera, 12 sensor ultrasonik, dan lima radar gelombang milimeter untuk meningkatkan keselamatan berkendara.
Meskipun telah diperkenalkan di China, belum ada kepastian kapan BYD Dolphin baru akan masuk ke Indonesia. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 12 hingga 24 bulan sebelum versi setir kanan mulai diekspor ke pasar global.
Dengan segala peningkatan yang ditawarkan, BYD Dolphin baru bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen kendaraan listrik di Indonesia. Namun, hingga saat ini, para penggemar masih harus bersabar menunggu kepastian kapan mobil ini akan tersedia di Tanah Air.