Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia Kunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Minister Counsellor for Governance and Human Development di Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton, mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 28–30 April 2025.

Selama kunjungannya, Tim Stapleton bertemu dengan Gubernur NTB yang baru saja dilantik, Lalu Muhamad Iqbal, dan berdiskusi tentang komitmen bersama kedua pihak dalam meningkatkan hasil pembangunan di Provinsi NTB melalui program-program kemitraan pembangunan Australia dan Indonesia.

“Australia dan Indonesia memiliki komitmen yang kuat terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Minister Counsellor Stapleton. “Saya sangat senang melihat dampak dari program-program kami terhadap komunitas-komunitas di NTB yang sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia.”

Minister Counsellor Stapleton juga bertemu dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam program kemitraan Australia-Indonesia yang berlangsung di provinsi ini, dan prospek hasilnya menjanjikan. Hal ini termasuk:

  • Memperkuat perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran melalui keterlibatan dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan komunitas masyarakat
  • Peningkatan hasil belajar siswa melalui pemberdayaan ekosistem pendidikan
  • Meningkatkan kapasitas provinsi dalam mempersiapkan dan menanggapi bencana dengan memperkuat Pusat Pengendalian Operasi Darurat (Pusdalops) di tingkat provinsi
  • Keringanan pajak untuk penyandang disabilitas yang menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi, memungkinkan mereka menjadi lebih mandiri dan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi
  • Memperkuat kemitraan pendidikan jangka panjang antara sekolah-sekolah di Australia dan Indonesia serta peningkatan keterampilan guru
  • Peningkatan upaya adaptasi iklim oleh masyarakat setempat melalui penelitian dan inovasi

Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait