KORANBOGOR.com,JAKARTA– Tuntutan Forum Purnawirawan TNI untuk memakzulkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diyakini akan berkembang menjadi gerakan nasional. Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menyatakan bahwa desakan ini bukanlah aksi spontan, melainkan bagian dari gelombang besar yang berpotensi meluas ke seluruh Indonesia.
“Gerakan ini akan menjadi gerakan nasional karena jaringan purnawirawan TNI tersebar di seluruh Nusantara dan memiliki pengaruh besar di masyarakat,” ujar Muslim , Kamis (1/5).
Muslim menilai, keterlibatan tokoh seperti Jenderal (Purn) Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden era Soeharto, memberikan bobot moral dan politik yang kuat pada tuntutan ini.
Ia memprediksi munculnya pernyataan serupa dari kelompok purnawirawan di berbagai daerah, mulai dari provinsi hingga kecamatan, dalam waktu dekat.
“Jika purnawirawan bersatu, ini bisa mengguncang legitimasi Gibran sebagai wapres. Rakyat akan melihat ini sebagai suara nurani bangsa, bukan sekadar politik praktis,” tegas Muslim.
Kekecewaan terhadap Kinerja Gibran Jadi Pemicu
Menurut Muslim, gerakan ini dipicu oleh kekecewaan terhadap sikap dan langkah politik Gibran yang dianggap tidak sesuai dengan etika ketatanegaraan dan prinsip keadilan. Selain itu, Gibran dinilai kurang menunjukkan kinerja substansial sebagai wapres, sementara aktivitas politiknya justru memicu kegaduhan.
“Purnawirawan TNI yang menjunjung tinggi disiplin, keadilan, dan proses konstitusional merasa kecewa. Jika desakan ini diabaikan, Indonesia berisiko menghadapi instabilitas politik serius,” ungkap Muslim.
Potensi Konsolidasi dan Aksi Lebih Besar
Muslim memperingatkan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti pada pernyataan sikap. Ia memperkirakan akan ada konsolidasi lebih besar, seperti deklarasi serentak, konsolidasi daerah, hingga aksi moral di berbagai kota besar. Dengan jejaring nasional, legitimasi moral, dan kemampuan mobilisasi yang kuat, gerakan purnawirawan TNI berpotensi mengubah dinamika politik Indonesia dalam waktu singkat.
“Jika elite politik terus mengabaikan aspirasi ini, kepercayaan publik terhadap DPR dan pemerintah akan semakin runtuh,” tambahnya.
Muslim menegaskan bahwa desakan pemakzulan Gibran adalah peristiwa politik besar yang tidak boleh dianggap remeh, mengingat potensi efek domino yang dapat mengguncang stabilitas nasional.