KORANBOGOR.com,BEIJING-Jet tempur generasi ke-6 China, J-36, disebut mampu menghadapi pesawat pengebom siluman terbaru Amerika Serikat, B-21 Raider.
Klaim ini berdasarkan laporan majalah militer Shipborne Weapons yang diterbitkan China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC), dikutip media China pada Senin (5/5/2025).
Laporan menyebut jet tempur generasi ke-5 China, J-20, tidak cukup mumpuni untuk mengimbangi B-21. Pengebom siluman AS itu mampu terbang 2.000 km dari Guam, mendominasi udara di gugus pulau pertama (Kepulauan Kuril, Jepang, Okinawa, Taiwan, hingga Filipina), menembakkan rudal jarak jauh, dan membuka jalur operasi militer AS.
Untuk menandingi, China mengembangkan J-36 dengan kemampuan siluman canggih, jangkauan dan kecepatan supercruise lebih baik, sistem penerbangan modern, serta kapasitas senjata besar.
J-36 memiliki tiga mesin untuk daya dorong maksimal, sistem elektronik kompleks, dan kokpit dua kursi paralel untuk mengendalikan UAV (drone pendukung) secara efisien.
Dengan keunggulan ini, China diklaim mampu memblokade wilayah udara Guam hingga dua jam dari jarak 1.000 km dan mencegat pesawat musuh di gugus pulau pertama.
“Keunggulan J-36 akan menyulitkan Angkatan Laut dan Udara AS mempertahankan dominasi udara di Pasifik barat atau mengintervensi operasi militer China,” tulis laporan.
Departemen Pertahanan AS belum menanggapi klaim ini. B-21 Raider, pesawat pengebom siluman generasi ke-6 pertama dunia, mulai diproduksi terbatas sejak Januari 2024 pasca-uji terbang perdana November 2023.
Meski spesifikasinya dirahasiakan, B-21 diyakini memiliki teknologi siluman mutakhir, otomatisasi tinggi, serta kemampuan pengintaian, perang elektronik, dan serangan presisi jarak jauh.
J-36 diperkirakan beroperasi pada 2030, memperkuat posisi China dalam persaingan teknologi militer Asia-Pasifik.