Tantangan Media Indonesia : Pergeseran Konsumsi Informasi dan Ancaman Kualitas Jurnalistik

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Industri media Indonesia sedang menghadapi tantangan besar akibat perubahan pola konsumsi informasi masyarakat dan tekanan bisnis internal. Pergeseran ini memaksa beberapa media besar melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk bertahan.

Platform digital yang menawarkan informasi instan melalui video pendek atau teks singkat telah mengubah kebiasaan masyarakat. Konsumen kini terbiasa menerima berita dalam hitungan detik, tanpa mencerna kedalaman isinya.

“Pola konsumsi masyarakat semakin mengarah pada short information yang cepat dan banyak,” ujar Kepala Center of Industry Trade and Investment Indef, Andry Satrio Nugroho.

Namun, ia menegaskan bahwa informasi singkat ini tidak mampu menyajikan kedalaman seperti produk jurnalistik berkualitas.

Tekanan untuk memproduksi konten cepat dengan biaya rendah telah melahirkan fenomena low cost journalism atau fast journalism.

Akibatnya, jurnalis kerap tidak memiliki ruang untuk verifikasi mendalam atau analisis tajam, sehingga kualitas dan akurasi berita menurun. Tren ini diperparah oleh penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten. “AI-generated content menjadi ancaman besar bagi kualitas jurnalistik,” kata Andry.

Di sisi lain, di negara lain, media bertahan dengan menawarkan premium content berbayar yang mendalam. Namun, di Indonesia, rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengapresiasi konten berkualitas menjadi hambatan.

“Masyarakat lebih menginginkan informasi cepat di ujung jempol mereka,” tambah Andry.

Kondisi ini membuka ruang bagi disinformasi dan berita menyesatkan, yang berisiko merusak kualitas demokrasi dan literasi informasi. Andry menekankan perlunya peran pemerintah melalui kebijakan perlindungan media berkualitas, edukasi publik tentang jurnalisme kredibel, dan insentif untuk keberlangsungan bisnis media.

“Pemerintah harus berperan agar masyarakat kembali menghargai produk jurnalistik berkualitas yang mendukung pendapatan media,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait