Xiaomi YU7, SUV Listrik Pesaing Tesla Model Y, Meluncur Juli 2025

Harus Baca

KORANBOGOR.com,BEIJING-Xiaomi, raksasa teknologi China, mengumumkan peluncuran mobil listrik terbarunya, Xiaomi YU7, yang akan resmi dijual mulai Juli 2025. Pengumuman ini disampaikan CEO Xiaomi, Lei Jun, dalam acara peluncuran produk terbaru perusahaan pada Kamis lalu. YU7, sebuah SUV listrik, diposisikan sebagai pesaing serius Tesla Model Y di pasar kendaraan listrik China dengan jarak tempuh hingga 835 kilometer dalam sekali pengisian daya, mengungguli Tesla Model Y yang hanya mencapai 719 kilometer.

Menurut Lei Jun, harga awal YU7 diperkirakan lebih mahal 60.000 hingga 70.000 yuan dibandingkan Tesla Model Y, yang dibanderol mulai 263.500 yuan. “Harga resmi akan diumumkan pada Juli,” ujar Lei Jun, dikutip dari Car News China.

Meski belum membuka pemesanan awal atau merinci harga, spesifikasi YU7 telah berhasil menarik perhatian publik. Mobil ini diluncurkan bersamaan dengan ponsel dan tablet terbaru Xiaomi, yang semuanya ditenagai chip buatan sendiri, Xring T1, penerus Xring O1 yang diklaim setara dengan Apple A18.

YU7 merupakan model kendaraan listrik (EV) kedua Xiaomi setelah kesuksesan SU7, mobil sport bergaya Porsche yang telah terjual lebih dari 258.000 unit sejak Desember lalu, mengalahkan penjualan Tesla Model 3 di China.

Namun, reputasi Xiaomi sempat tercoreng akibat kecelakaan fatal yang melibatkan SU7 pada Maret lalu, saat mobil berada dalam mode bantuan mengemudi. Kritik juga muncul karena iklan yang dianggap menyesatkan, memaksa Xiaomi meminta maaf atas kampanye pemasaran yang “kurang jelas”.

Dengan YU7, Xiaomi berambisi memperkuat posisinya di pasar EV China dan menegaskan diri sebagai kompetitor tangguh Tesla. Jika berjalan sesuai rencana, YU7 bisa menjadi langkah besar Xiaomi menuju dominasi teknologi lintas sektor, dari otomotif hingga perangkat mobile.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait