Kemitraan Flu Burung Australia-Indonesia

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kolaborasi baru di bidang flu burung antara lembaga sains nasional Australia, CSIRO ( Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization ) dengan Indonesia telah mendapat pengakuan internasional melalui dukungan dari World Organization for Animal Health (WOAH) dalam World Assembly of Delegates yang diselenggarakan di Paris minggu ini.

Inisiatif tiga tahun, BICOLLAB, merupakan bagian dari Program Kerja Sama Laboratorium bergengsi WOAH dan mempertemukan Australian Centre for Disease Preparedness (ACDP) CSIRO dan laboratorium Pusat Investigasi Penyakit (DIC) Wates Indonesia untuk memperkuat respons kawasan Asia-Pasifik terhadap ancaman flu burung yang masih terus berlanjut.

Dr Debbie Eagles, Direktur ACDP, mengatakan bahwa proyek ini hadir pada saat yang kritis karena tipe flu burung yang sangat patogenik seperti H5 terus menimbulkan risiko serius di seluruh dunia. “Dengan berbagi keahlian kami sebagai Pusat Referensi WOAH, kami membantu membangun jaringan yang lebih kuat dan lebih terhubung untuk deteksi dan respons dini,” kata Dr Eagles.

Dr Imron Suandy, Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Indonesia, menyambut baik dukungan ini sebagai peluang besar bagi sistem kesehatan hewan Indonesia. “Melalui BICOLLAB, kami meningkatkan kapasitas Indonesia untuk diagnostik dan pengawasan flu burung melalui dukungan kepada Pusat Investigasi Penyakit Wates milik Kementerian Pertanian Indonesia sebagai laboratorium rujukan nasional flu burung dan Pusat Referensi Regional ASEAN untuk Bioinformatika di bidang kesehatan hewan,” ujar Dr Suandy.

“Selain itu, proyek ini meningkatkan kemampuan kami untuk mendeteksi dan merespons wabah flu burung dengan lebih cepat dan andal. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat laboratorium kami, tetapi juga ketahanan seluruh wilayah.”

Chief Veterinary Officer Australia, Dr Beth Cookson, mengatakan bahwa dukungan tersebut merupakan tanda kepercayaan yang penting dalam kolaborasi berbasis sains. “Proyek ini lebih dari sekedar berbagi pengetahuan; ini tentang membangun kapasitas diagnostik berkelanjutan yang melindungi kesehatan hewan dan masyarakat di seluruh kawasan kami,” kata Dr Cookson.

Proyek ini didanai oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia melalui inisiatif Partnerships for a Healthy Region, yang mencerminkan komitmen Australia terhadap keamanan kesehatan dan kerja sama kawasan. BICOLLAB merupakan tindak lanjut dari komitmen jangka panjang CSIRO terhadap kemitraan yang berbasis sains yang meningkatkan keamanan kawasan hayati dan global.

Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait