Tesla Catat Kenaikan Saham 22% di Mei 2025 Meski Penjualan Lesu di China dan Eropa

Harus Baca

Logo Tesla. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Saham Tesla melonjak lebih dari 22% sepanjang Mei 2025, meskipun penjualan kendaraan listrik mereka melemah di pasar utama seperti China dan Eropa. Menurut CNBC International, Sabtu (31/5/2025), kenaikan ini didorong oleh pernyataan CEO Tesla, Elon Musk, yang menyatakan akan lebih fokus pada bisnis dibandingkan urusan politik.

Meski mencatatkan pemulihan, saham Tesla secara keseluruhan masih turun sekitar 14% sepanjang 2025. Sebagai perbandingan, saham Apple melemah lebih dari 19% dalam periode yang sama, menjadikannya salah satu penurunan terburuk di antara perusahaan berkapitalisasi besar.

Pernyataan mantan Presiden Donald Trump turut memengaruhi sentimen pasar. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut masa jabatan Musk sebagai pegawai pemerintah khusus telah berakhir, namun memuji kontribusinya dengan mengatakan, “Elon luar biasa!” Musk sendiri mengonfirmasi dalam laporan pendapatan terbaru bahwa keterlibatannya dalam politik akan berkurang drastis mulai akhir Mei, hanya meluangkan satu hingga dua hari per minggu untuk tugas pemerintahan hingga masa jabatan Trump selesai. Ia juga berencana tetap mempertahankan kantor di Gedung Putih sebagai penasihat.

Di sisi penjualan, Tesla menghadapi tantangan besar. Penjualan di Eropa anjlok 50% secara tahunan pada April, sementara di China, pasar kendaraan listrik terbesar dunia, penjualan turun 25% dalam delapan minggu pertama kuartal ini. Meski demikian, Tesla terus mendorong inovasi di sektor kendaraan otonom, robotika humanoid, dan kecerdasan buatan.

Bloomberg melaporkan bahwa Tesla berencana meluncurkan layanan robotaxi pada 12 Juni 2025 di Austin, Texas, meskipun tanggal tersebut belum dikonfirmasi secara resmi. Perusahaan menargetkan peluncuran layanan ini sebelum akhir Juni, sebagai bagian dari strategi masa depan mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait