Ernest Prakasa Sindir Keras Pernyataan Menteri Bahlil Soal Tambang Nikel di Raja Ampat

Harus Baca

Foto: Ernest Prakasa menyindir pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, terkait keberadaan tambang nikel di wilayah Raja Ampat. Foto/Instagram Ernest Prakasa )

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa melontarkan sindiran tajam menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait aktivitas tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Dalam pernyataan resminya, Bahlil menegaskan bahwa tambang tersebut berlokasi di Pulau Gag, yang diklaim berjarak 30 hingga 40 kilometer dari destinasi wisata utama Raja Ampat, seperti Pulau Piaynemo.

“Di beberapa media yang saya baca, ada gambar yang diperlihatkan itu seperti di Pulau Piaynemo. Piaynemo itu pulau pariwisatanya Raja Ampat. Saya sering di Raja Ampat. Pulau Piaynemo dengan Pulau Gag itu kurang lebih sekitar 30 kilometer, sampai dengan 40 kilometer,” ujar Bahlil di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan bahwa Raja Ampat merupakan wilayah luas dengan berbagai zona fungsi, termasuk kawasan konservasi, pariwisata, dan pertambangan.

“Wilayah Kabupaten Raja Ampat itu banyak hutan konservasi, banyak pulau untuk pariwisata, tapi ada juga pulau-pulau yang memang ada pertambangan,” jelasnya.

Bahlil menegaskan bahwa lokasi tambang milik PT Gag Nikel, anak usaha PT Antam Tbk, tidak berada di pusat pariwisata yang dikenal dunia karena keindahan alamnya. Ia meminta publik memahami konteks geografis Raja Ampat secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Namun, penjelasan ini tidak meredam kekhawatiran publik. Melalui akun media sosial X, Ernest Prakasa mengomentari berita terkait pernyataan Bahlil dengan nada sarkastik: “Iya, iya. Kalaupun ternyata mengancam pariwisata, pasti ulah asing kan? Siap,” tulisnya pada Sabtu (7/6/2025). Sindiran ini langsung viral, memicu diskusi luas di kalangan warganet. Banyak yang menilai komentar Ernest mencerminkan kekhawatiran atas potensi kerusakan lingkungan yang dapat mengancam keberlanjutan destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut.

Selain Ernest, aktor dan mantan pebasket Denny Sumargo juga menyuarakan penolakan terhadap eksploitasi sumber daya alam di Raja Ampat. Dalam video di akun Instagram

@sumargodenny, ia memohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang kebijakan pertambangan nikel di kawasan tersebut. “Saya sebagai orang yang pernah menjelajah hampir 600 pulau di Indonesia, termasuk Papua, memohon dengan sangat kepada Bapak Prabowo untuk menyelamatkan ekosistem Raja Ampat,” ujar Denny.

Aktivitas pertambangan nikel di wilayah seperti Pulau Gag, Kawe, dan Manuran menuai sorotan karena dinilai mengancam kelestarian keanekaragaman hayati dunia. Pembabatan hutan dan operasi alat berat dikhawatirkan akan merusak ekosistem serta keindahan alam yang menjadi daya tarik utama Raja Ampat, destinasi wisata yang telah mendunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait