Kesamaan Ideologi Megawati dan Prabowo Buka Peluang Koalisi PDIP?

Harus Baca

Foto: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani (kedua kiri) melambaikan tangan kepada simpatisan )

KORANBOGOR.com,JAKARTA– Pidato Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang menyinggung soal penjajahan asing dinilai sejalan dengan pandangan nasionalis Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini memunculkan spekulasi tentang potensi PDIP bergabung dalam koalisi pemerintahan.

Menurut peneliti senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, pernyataan Megawati mencerminkan kepedulian terhadap sejarah bangsa dan memiliki kesamaan dengan narasi anti-asing yang kerap digaungkan Prabowo. “Secara ideologis, keduanya memiliki pandangan yang sama: nasionalis, anti-penjajahan ekonomi asing, dan peduli pada rakyat kecil,” ujar Lili pada Minggu (8/6).

Lili menambahkan, hubungan personal yang cair antara Megawati dan Prabowo, ditambah intensitas pertemuan dan komunikasi politik, memperkuat potensi kerja sama. “Tidak ada sekat ideologis antara keduanya. Ada chemistry yang mendukung peluang PDIP bergabung dalam pemerintahan,” katanya.

Meski demikian, Lili menilai PDIP di bawah Megawati masih menunjukkan sikap kritis dan cenderung memposisikan diri sebagai oposisi. “Kesamaan ideologi tidak selalu berarti harus bergabung secara formal. PDIP bisa menjadi mitra strategis pemerintah sambil tetap berada di luar,” jelasnya.

Pernyataan Megawati disampaikan saat pembukaan pameran foto Guntur Soekarnoputra di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada Sabtu (7/6). Ia menyinggung sejarah proklamasi yang dicetuskan Soekarno dan Mohammad Hatta, menegaskan bahwa tanpa keberanian menyuarakan proklamasi, Indonesia masih akan dijajah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait