Foto :Ayatollah Ali Khamenei, petinggi Iran yang punya kuasa layaknya presiden. Foto/REUTERS)
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Pemimpin Tertinggi Iran,Ayatollah Ali Khamenei, dengan tegas menolak seruan Amerika Serikat (AS) agar Iran menyerah di tengah eskalasi serangan Israel. Khamenei memperingatkan bahwa keterlibatan militer AS akan berakibat pada “kerusakan yang tak terpulihkan” bagi Amerika.
“Dengan bahasa ancaman, AS tidak akan mampu menaklukkan bangsa Iran yang dikenal karena keteguhan rakyat dan sejarahnya,” ujar Khamenei, seperti dikutip dari AP pada Rabu (18/6/2025). Seorang diplomat Iran juga memperingatkan bahwa intervensi AS dapat memicu perang besar-besaran.
Serangan Israel Sasar Fasilitas Strategis Iran
Israel intensifikasi serangan udaranya, menargetkan fasilitas produksi sentrifugal uranium dan komponen rudal Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan bahwa militer Israel juga menyerang markas besar pasukan keamanan domestik Iran pada Rabu, meski tanpa merinci lokasi atau lembaga spesifik. Serangan ini menunjukkan pergeseran fokus Israel ke aparat keamanan dalam negeri Iran.
Kampanye udara Israel telah menghancurkan sejumlah situs nuklir dan militer, menewaskan beberapa jenderal dan ilmuwan nuklir terkemuka. Menurut kelompok hak asasi manusia berbasis di Washington, sedikitnya 585 orang tewas, termasuk 239 warga sipil, dan lebih dari 1.300 orang terluka akibat serangan ini.
Iran Balas dengan Rudal dan Drone
Sebagai respons, Iran meluncurkan sekitar 400 rudal dan ratusan drone ke Israel, menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai ratusan lainnya. Serangan ini memperburuk ketegangan di kawasan.
Konflik yang terus meningkat ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut, dengan potensi keterlibatan pihak-pihak internasional yang dapat memperluas dampak perang.