Momen Paspampres meringkus tiga kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Blitar, Jawa Timur )
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengecam tindakan represif Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang mengawal Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap aksi tiga kader PMII di Blitar.
Ketua Umum PB PMII, Mohammad Shofiyulloh Cokro, menyampaikan hal ini saat dihubungi Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Kamis (19/6/2025).
Gus Shofi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa aksi tiga kader PMII Blitar merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang seharusnya mendapat respons positif dari Gibran, bukan tindakan represif.
“Aksi itu adalah amanat dari masyarakat untuk mengingatkan pimpinan dengan penuh cinta kasih,” ujarnya.
Menurutnya, aksi tersebut tidak bertujuan mendorong pemakzulan Wakil Presiden, melainkan mengingatkan bahaya politik dinasti.
“Mereka mengingatkan kembali apa yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa politik dinasti itu berbahaya. Ini bentuk cinta kasih dari masyarakat, kenapa justru ditanggapi seperti itu?” ungkap Gus Shofi dengan nada heran.
Berdasarkan video yang beredar, tiga mahasiswa kader PMII Blitar membentangkan poster saat iring-iringan Gibran melintas dalam kunjungan kerja di Blitar.
Spanduk bertuliskan “Dinasti tiada henti”, “Omon-omon 19 juta lapangan kerja”, dan “Semangat terus bualan Mas Wapres Gibran”. Akibat aksi tersebut, ketiga kader diringkus Paspampres, dan salah satu di antaranya sempat dipukuli oleh seorang anggota Paspampres.
PB PMII menegaskan bahwa aksi kadernya adalah bagian dari menyuarakan aspirasi masyarakat secara damai, dan meminta pihak berwenang untuk menghormati kebebasan berekspresi.