Foto: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat meninjau langsung vila yang dirusak sekelompok warga di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.)
KORANBOGOR.com,SUKABUMI-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), meninjau langsung lokasi insiden pembubaran retreat pemuda Kristen yang disertai perusakan vila di Kampung Tangkil RT004/RW001, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.
Insiden ini dipicu oleh protes sekelompok warga yang mempersoalkan penggunaan rumah singgah sebagai tempat ibadah.KDM bertemu dengan pemilik vila, Maria Veronica Nina, dan warga sekitar untuk menyerap aspirasi guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. “Kita harus hidup rukun, saling menghargai, dan menghormati perbedaan. Jangan sampai perbedaan keyakinan menjadi alasan perpecahan,” ujar KDM.
Untuk membantu pemulihan, KDM memberikan bantuan Rp100 juta untuk renovasi bangunan yang rusak serta menyediakan trauma healing bagi penghuni vila dan warga terdampak.
Terkait proses hukum, KDM menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum tanpa intervensi, menekankan bahwa penyelesaian harus objektif berdasarkan fakta dan bukti.Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan dengan 9 saksi telah diperiksa.
Ia menyebut insiden dipicu oleh mispersepsi warga karena rumah singgah kerap digunakan untuk ibadah, meski tidak memiliki izin sebagai tempat ibadah. “Warga tersulut emosi karena ada kegiatan ibadah di rumah singgah, sehingga terjadi kesalahpahaman,” jelas Samian.
Untuk menjaga kondusivitas, kegiatan ibadah di lokasi tersebut dihentikan sementara. Pihak kepolisian, bersama Forkopimda, MUI, dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), telah menggelar pertemuan untuk meredakan situasi.
“Kedua belah pihak saling menyadari kekhilafan, dan saat ini situasi sudah kondusif dengan adanya rekonsiliasi sosial,” tambah Samian
Langkah selanjutnya, pihak kepolisian akan terus berkomunikasi dengan masyarakat untuk memastikan ketenangan dan mencegah konflik serupa di masa depan.