KORANBOGOR.com,JAKARTA-Anggota Komisi I DPR RI Sarifah Ainun Jariyah mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus kematian tidak wajar diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), yang ditemukan tewas di sebuah indekos di Menteng, Jakarta Pusat, dengan kepala terlilit lakban.
“Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya salah satu diplomat muda kita, ADP, dalam kondisi sangat mencurigakan. Kami mendesak kepolisian mengungkap kasus ini secara tuntas dan transparan,” ujar Sarifah, Kamis (10/7).Sarifah, yang membidangi isu perlindungan WNI, menekankan tiga poin krusial:
- Otopsi forensik menyeluruh untuk menentukan penyebab kematian.
- Penggalian mendalam terhadap kemungkinan motif pembunuhan.
- Menjaga objektivitas proses hukum tanpa terpengaruh spekulasi.
Ia meminta Polri mempercepat visum et repertum, mengoptimalkan pemeriksaan TKP, analisis forensik digital, berkoordinasi dengan Kemenlu, dan memberikan update berkala kepada publik untuk mencegah disinformasi.
“Korban adalah diplomat yang sedang dipersiapkan untuk penugasan ke Finlandia dan aktif menangani kasus perlindungan WNI, termasuk TPPO. Indikasinya mengarah pada pembunuhan, meski belum dapat dipastikan,” tambahnya.
Komisi I DPR RI akan memantau perkembangan kasus bersama Polri dan Kemenlu. Sarifah juga mendorong Kemenlu memberikan perlindungan dan bantuan finansial kepada keluarga korban.
“Kami meminta semua pihak menghormati proses hukum dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi,” tegasnya.Direktur Pelindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, menyatakan Kemenlu menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwenang dan mendukung proses penyelidikan.
“Kami tidak ingin berspekulasi, kita tunggu hasil penyelidikan kepolisian,” ujar Judha.Korban, ADP, ditemukan tewas oleh penjaga indekos di lokasi kejadian. Selama ini, ia bertugas menangani isu perlindungan WNI di luar negeri.