Trump Umumkan Tarif Baru 15-20% untuk Mitra Dagang, Abaikan Kekhawatiran Inflasi

Harus Baca

KORANBOGOR.com,WASHINGTON-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (10/7) mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif menyeluruh sebesar 15% hingga 20% bagi sebagian besar negara mitra dagang.

Kebijakan ini, yang meningkat dari tarif sebelumnya sebesar 10%, diumumkan melalui wawancara telepon dengan Kristen Welker di program Meet the Press NBC News, seperti dikutip pada Jumat (11/7).

Trump mengabaikan kekhawatiran bahwa tarif ini dapat memicu lonjakan inflasi atau mengganggu pasar saham. Ia justru menegaskan bahwa pasar saham mencapai rekor tertinggi pada hari pengumuman, dengan Indeks S&P 500 mencatat penutupan tertinggi meskipun sempat anjlok pasca-pengumuman tarif awal pada 2 April.

“Saya rasa tarif-tarif ini diterima dengan sangat baik,” ujar Trump.Menanggapi pernyataan CEO Hasbro tentang potensi kenaikan harga mainan akibat tarif, Trump menyatakan bahwa inflasi telah menurun dan menegaskan bahwa produksi dalam negeri dapat mencegah kenaikan harga.

“Jika mereka membuat mainan di sini, mereka tidak akan mengalami kenaikan harga,” katanya, seraya menyebut bahwa ia tidak peduli dengan komentar CEO Hasbro.

Pekan ini, Trump mengirim surat resmi ke 22 negara untuk memberlakukan tarif baru, termasuk tarif 50% untuk impor dari Brasil dan tembaga yang akan berlaku bulan depan.

Ia juga mengumumkan tarif 35% untuk impor dari Kanada yang akan efektif bulan depan, memicu ketegangan perdagangan baru. Uni Eropa dan Kanada disebut akan segera menerima pemberitahuan tarif serupa.

“Saya ingin melakukannya hari ini,” tegas Trump.Kebijakan ini merupakan bagian dari janji Trump untuk menegosiasikan puluhan kesepakatan dagang dalam waktu singkat, meskipun belum ada kesepakatan yang tercapai hingga kini.

Uni Eropa, mitra dagang terbesar AS dengan nilai impor lebih dari US$600 miliar pada 2024, berupaya menghindari tarif tambahan melalui negosiasi intensif.

Pejabat perdagangan Eropa, Maros Sefcovic,menyatakan bahwa negosiasi harian telah menyelamatkan Uni Eropa dari tarif yang lebih tinggi.

Namun, Uni Eropa telah menyiapkan tarif balasan senilai lebih dari US$100 miliar, menargetkan produk seperti kedelai dari Louisiana dan bourbon dari Kentucky, yang merupakan basis politik Partai Republik.

Trump menegaskan bahwa tidak semua negara perlu diberitahu secara resmi tentang tarif baru, dengan alasan bahwa kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap.

Langkah ini mencerminkan pendekatan agresif pemerintahan Trump dalam perdagangan internasional, meskipun dampaknya terhadap ekonomi global dan hubungan diplomatik masih menjadi sorotan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait