KORANBOGOR.com,JAKARTA-Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, mengkritik sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih yang direkomendasikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo. Menurutnya, kehadiran mereka justru menjadi beban bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sudah pasti jadi beban. Beban keributan,” ujar Syahganda dalam wawancara di kanal YouTube Forum Keadilan, Minggu (13/7/2025).
Syahganda menyoroti dua menteri yang dianggap memicu kegaduhan publik, yaitu Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Budi Arie terseret dalam isu kasus judi online, sementara Budi Gunadi kerap membuat pernyataan kontroversial yang memicu polemik. Selain itu, ia juga mengkritik kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Bahlil, misalnya, terlibat dalam polemik pengelolaan tambang di Raja Ampat yang menuai protes dari warga lokal dan pegiat lingkungan. Sementara itu, Tito Karnavian disorot karena kebijakan pemindahan empat pulau Aceh ke Sumatera Utara yang memicu ketegangan sosial.
“Mereka lebih sibuk membuat keributan demi melanjutkan program lama. Namun, ini perlu investigasi lebih lanjut,” tegas Syahganda.Lebih lanjut, Syahganda mempertanyakan keselarasan visi ekonomi pemerintahan Prabowo. Presiden ke-8 ini menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, tetapi target tersebut dianggap tidak sejalan dengan proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani (4,5 persen) dan Bank Indonesia (4 persen).
“Kalau saya presiden, saya pecat. Saya yakin bisa capai 8 persen, karena pertumbuhan normal kita saja 5 persen,” katanya.
Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, Syahganda menyarankan Presiden Prabowo segera mengevaluasi komposisi kabinet, terutama menteri yang dianggap membawa konflik dari pemerintahan sebelumnya dan tidak mendukung percepatan pembangunan nasional.